Kedai Kopi Dan Seribu Cerita Kehidupan

Warung Kopi
Jakarta (28/2/14) SHnews ~  Jauh sebelum menjamurnya gerai kopi Internasional menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban, kehadiran kedai kopi (warung kopi) telah melekat sebagai bagian dari kehidupan rakyat dunia.
Kedai kopi tak hanya menjadi tempat mengusir dahaga dengan kelejatan rasa kopi dan aromanya yang memikat. Secangkir kopi hangat hanyalah pembuka meluncurnya ide-ide brilian dan revolusioner yang mampu mengubah sejarah. Bahkan, Revolusi Perancis yang legendaris itu juga berawal dari sebuah kedai kopi di Palais Royal, Paris, yang juga menjadi tempat terbunuhnya pemimpin sosialis Jean Jaures, pada masa perang dunia ke 1.
Ya, di Perancis, kafe diakui amat berhubungan dengan kehidupan intelektual, politik hingga pemberontakan di Perancis. Pada 1910, tercatat setidaknya ada 510 ribu kedai dan hanya tersisa 36 ribu kafe.
Di Indonesia, hal serupa pun terjadi. Telusurilah seluruh pelosok negeri ini, sudah pasti akan ditemui warung kopi. Meski terkesan sederhana, warung kopi ini ibarat sebuah buku yang mengungkap seluruh hal mengenai suatu masyarakat, baik pandangan politik, kritik sosial, hingga segala hal yang sedang terjadi termasuk geliat Pemilu 2014 ini. Jadi, sesekali tajamkanlah indera pendengaran anda sambil menyeruput hangatnya kopi tradisional, seperti yang saya lakukan saat ini, semoga ide-ide cemerlang terlahir disini, di warung kopi ujung jalan. ~ Jhon Kolay ~