Kontroversi Gelar Profesor Rhoma Irama


Dok.twitter

Jakarta, Shnews(28/02/2014). Kita mungkin baru mendengar bahwa Raja Dangdut H. Rhoma Irama mempunyai gelar Profesor, ini bukan hanya ingin meningkatkan elektabilitasnya sebagai capres intelktual meninggalkan seniman sebagai Penyanyi dangdut, namun patut kita pertanyakan dari mana gelar Profesor ia dapatkan. 

Karna penyertaan nama profesor yang sisematkan pada Rhoma Irama yang ia dapat dari luar negeri harus diuji dulu di Dalam Negeri meliputi Harus ada namanya penyetaraan. melihat institusinya apakah itu sudah terakreditasi, lalu kurikulumnya, baru kalau sudah memenuhi syarat, kita tetapkan itu setara karna bisa mungkin apabila tidak valid maka akan dipidana sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Seperti diketahui, tim sukses Rhoma menyebutkan bahwa gelar tersebut berasal dari American University of Hawaii, sebuah universitas di Amerika Serikat. Gelar kehormatan alias Honoris Cause (HC) tersebut konon diberikan tahun 2005, berkat jasa-jasa sang Raja Dangdut di bidang musik Dangdut.

Tetapi dibalik gelar Profesor Rhoma tersebut terdapat kontroversi dari Universitas American of Hawaii, seperti dilansir oleh detik.com bahwa Rhoma mendapatkan Ijazah tersebut secara ilegal. pengakuan gelar American University of Hawaii pada Januari 2006 silam ditolak oleh Kementrian Urusan Publik Iran. Universitas ini disebut telah memberikan ijazah yang diragukan keabsahannya kepada sejumlah pegawai negeri dan swasta di Iran. Ini karena mereka dapat ijazah tanpa benar-benar kuliah di kampus. Pemerintahan Mahmoud Ahmadinejad kala itu menyatakan lembaga ini menjajakan gelar ilegal.

Berdasarkan penelusuran Sayangi.com menunjukkan, universitas yang disebut-sebut sebagai pemberi gelar untuk Rhoma Irama itu ternyata tidak memiliki situs sendiri. Dia membonceng di academia.edu, yang mengharuskan mereka yang ingin mengakses data untuk login terlebih dahulu. Kami mencoba login, namun tetap saja tak mendapati keterangan apapun soal gelar profesor Rhoma Irama di situ. Profil Rhoma memang ada di academia.edu, namun tanpa foto dan keterangan apapun.