MOROWALI MENANGIS

Jakarta SHnews , (28/02/14) suara rakyat adalah hukum tertinggi  mari kita terus kobarkan pembrontakan korupsi dan singkirkan politik kabur air di negri Morowali,
kabupaten Morowali yang sebenarnya kaya akan berbagai sumber daya alamnya , bahkan boleh dikatakan  berbantalkan emas bersarungkan mutiara ,ahirnya bangrut juga dan rakyat morowali harus berutang.
eforia ini mengundang protes dan polemik ditengah masyarakat yang bersumber daya dan tak berdaya.sejak
desentralisasi otonomi daerah dan pemekaran morowli

bergulir deras penerbitan IUP dokumen kopi paste .kurang lebih 487 IUP Pertambangan mineral yang mengakibatkan porak porandanya kawasan hutan konservasi dan hutan lindung .sejak itu dimulainya pengerukan kekeyaan alam tampa mengindahkan aturan.PAD Morowali jalan ditempat dan lahirnya malapeteka defisit anggaran.

lahan pertenian dan perkebunan jadi korban pembabatan., penindasan,pemerasan ,pengisapan uang dan darah rakyat.timbulya polemik panjang yang mendera masyarakat tak kunjung berahir , ujung ujungya 'Modal datang tanah menghilang ' semua diakibatkan rezim penguasa kemerdekaan amburadul, kebebasan amburadul , dan kebejatan rohani atau konsep demokrasi liberal. penambangan memprihatinkan , semraut dan tidak terkontrol .

betapattidak, hati tersayat melihatnya ,yang paling menyedihkan kehadiran  prusahaan tambang PT.. PAM telah mengeruk lahan masyarakat desa  dirampok , tampa mengindahkan aturan pertambangan  dan hukum ibarat macan yg tak bergigi..

JURNALIS SHnews Andi Mulyati Pananrangi