30 Anak Disekap di Jakarta Utara untuk Dipekerjakan sebagai ABK


Jakarta, SHnews. Senin malam, 24/03/2014 sekitar pukul 21.30WIB seorang warga Pademangan Barat AS [inisial]  datang ke kantor SHnews dan menyampaikan bahwa adiknya NA [23] dan temannya AL [14] telah diculik atau dijemput paksa oleh orang yang tidak dikenal pada Kamis, 20/03/2014 pagi Pukul 10.00 WIB saat berada di warnet daerah Pademangan Barat.

AS menerangkan bahwa NA mengalami gangguan pembicaraan yang kurang lancar dan AL yang mengalami keterbelakangan mental yang biasa bermain di parkiran Mangga Dua. Walaupun mereka mengalami gangguan pembicaraan dan keterbelakanngan mental tetapi tenaganya masih dapat diandalkan, sehingga dapat dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan nakal tadi.


AS telah melaporkan kepada pihak POLSEK Pademangan dan sudah diproses. AS menunjukkan bukti laporan ke SHnews surat laporannya berupa Surat Tanda Bukti Laporan/Pengaduan No.Pol.STBL/16/B/III/2014/Spdm tertanggal 21/03/2014 yang digunakan untuk Penyidikan dan Penyelidikan.

Sambil menunggu Pihak kepolisian bekerja, AS tetap berupaya dan bernazar bila adiknya ditemukan dan kembali bersama keluarga, maka AS akan melakukan santunan kepada anak yatim, tidak berapa lama ada informasi dari salah satu teman AS bahwa adiknya NA berada dalam penyekapan di daerah dermaga Muara Baru Ujung.

Seketika itu pula hari Minggu 23/03/2014 pukul 01.30WIB dinihari AS langsung berangkat bersama rekan-rekannya sekitar empat motor menuju daerah tersebut. Dia keheranan  betapa sulitnya untuk mendapakan keberadaan adiknya yang sedang disekap bersama temannya AL. Sepertinya mereka takut akan ancaman bila memberitahu keberadaan adiknya yang disekap. 


Dia bersyukur kepada Allah saat berada di musholla sehabis bubaran tahlillan, ada seorang Ibu memberitahu keberadaan korban dan AS berserta rekannya lansung menuju PT.BJM salah satu tempat penyekapan di area ruko-ruko yang belum selesai dibangun. Sesampainya dilokasi sempat ada komunikasi antara pihak keamanan dengan Bos PT. BJM dan terjadi bersitegang dengan AS sehingga AS dan rekan tidak diizinkan untuk mengambil adiknya NA beserta temannya AL. Dengan alasan PT. BJM merasa rugi karena sudah membayar calo yang membawa paksa AS dan AL ke penampungan.


Dengan kegigihan AS untuk melawan dan dapat masuk kedalam penyekapan alangkah terkejutnya diketahui bahwa AS dalam kondisi sakit dan AL dalam kondisi sedang mabuk karena dicekoki minuman yang beralkohol. Ternyata dalam ruang penyekapan, AS tidak sendiri sebagai korban, namun bersama 30 anak di bawah umur yang berkisar usia 14th.


Mereka dalam penyekapan tidak dapat melarikan diri karena kemanapun mereka pergi walaupun mau buang hajat selalu dalam pengawalan ketat. Menurut pengakuan anak-anak setiap malam hari mereka dicekoki minuman beralkohol jika tidak mau mereka akan dipukuli, dalam penyekapan ruangan lampu selalu dimatikan.

Rencananya mereka anak-anak dibawah umur dan anak-anak yang mengalami gangguan mental akan dipekerjakan pada kapal-kapal nelayan, yang sudah dapat kita perkirakan bahwa anak-anak tersebut untuk di pekerjakan sebagai ABK yang dapat dibayar murah bahkan tidak dibayar.


Sampai berita ini diterbitkan AS belum melaporkan kembali ke POLSEK Pademangan bahwa adiknya NA[23] dan AL[14] telah dia temukan langsung dan sudah berkumpul dengan keluarga. 


AS berencana Selasa 25/03/2014 akan melaporkannya dan Kita berharap anak-anak lain yang belum dibebaskan dari penyekapan PT.BJM segera ditangani pihak kepolisian dan diproses secara hukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Anwar JP.