Akibat Yang Timbul Saat Membaca Di Dalam Mobil Berjalan

Ilustrasi gambar Membaca dikendaraan berjalan
SHnews (4/3/2014) ~  Perjalan panjang acap kali mendatangkan rasa bosan bagi siapapun. Terlebih lagi, waktu tempuh kian terasa lama akibat perjalanan kita di hadang oleh kemacetan. Untuk menyiasati hal tersebut, sebagian orang memilih membaca buku ketimbang mengindahkan keadaan jalanan.

Sayangnya, kegiatan membaca selagi berkendara dengan mobil dapat memberikan dampak negatif. Kondisi kendaraan yang bergerak mengakibatkan kedua mata lebih cepat lelah sekaligus membuat kepala terasa pusing. Bahkan tidak menutup kemungkinan anda akan terasa mual akibat pusing yang terus mendera.

Organ mata mampu mengatur otot-ototnya sendiri untuk mendapatkan bayangan terbaik dari obyek yang dilihat. Ketika membaca didalam kendaraan, obyek bacaan dan tubuh ikut bergetar sehingga mengakibatkan kerja otot semangkin keras. Alhasil, pupil mata akan melebar dan menyempit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan obyek bacaan. Kontraksi yang terjadi pada otot pun kian cepat. Ini menyebabkan proses sinkronisasi diotak menjadi kurang selaras.

Guru besar ilmu saraf Northwestern University Medical School, Timothy C Hain dan Direktur Man Vehicle Laboratory MIT Center, Charles M Oman, memberikan penjelasan ilmiah lebih lanjut. Mual yang diakibatkan perjalanan menggunakan mobil merupakan keadaan yang tidak menyenangkan akibat dari ketidakseimbangan antara situasi yang diharapkan otak dan informasi yang diterima melalui indera.

Mata anda boleh saja tertuju pada buku saat berada didalam mobil, akan tetapi, sewaktu kecepatan mobil berubah atau bergerak ekstrem, sensor dalam telinga menangkap ada sesuatu yang berubah dan akan diinformasikan ke otak. Sayangnya, otak membantah kenyataan itu karena ia lebih menerima sinyal dari mata, ketidakseimbangan informasi inilah yang mengakibatkan seseorang mual. Untuk menguranginya, alihkan pandangan keluar jendela dan bukalah kaca agar dapat menghirup udara bebas.

Kendala mabuk memang lebih sering dialami para penumpang daripada pengendara. Ini dikarenakan pengemudi memiliki sensor informasi yang sesuai dan fokus mengontrol kendali mobil. ~ Jhon Kolay ~

Foto by twidurinotes
Sumber: kompas