BPJS Nanti Tak Tanggung Penyakit Yang Timbul Akibat Rokok

Ilustrasi gambar Logo BPJS
Jakarta (7/3/2014) SHnews ~ Deputi bidang Kordinasi Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Berencana, Kemenko Kesra, Dr. Emil Agustiono menyatakan bahwa saat ini pemerintah sedang menyusun Peraturan Perundang-undangan terkait penyakit yang diakibatkan oleh rokok. Meskipun BPJS Kesehatan menyebutkan menanggung semua penyakit, nantinya akan ada beberapa penyakit yang tidak ditanggung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Sebenarnya penyakit terkait rokok telah dijelaskan nggak masuk tanggungan dalam JKN. Dalam salah satu keterangan, bahkan disebutkan bahwa yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri. Perokok itu termasuk didalamnya," ujar Emil dalam acara Forum Stop TB Partnership, Selasa (4/3/14) di Hotel Sultan, Jakarta.

Merokok itu adalah kegiatan menjolimi diri sendiri. Dan jika ada peserta BPJS Kesehatan yang merupakan perokok pasif pun, nanti ada buku panduan yang dibuat oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Kementerian Kesehatan yang terkait hal tersebut untuk digunakan oleh tenaga medis.

"Nanti akan ada buku panduan, dan dokter tinggal minta keterangan pasien seperti, anda perokok atau bukan, ada perokok disekitar anda atau tidak dan penyaki-penyakit terkait rokok juga nanti ada disitu, termasuk juga gejala terpapar rokok," papar Emil.

Menurut Emil lagi, bila peratutan tersebut telah rampung, nanti perokok tidak akan ditanggung oleh APBN maupun BPJS Kesehatan. Namun apabila perokok menginginkan ditanggung kesehatannya, itu harus ada asuransi komersilnya.

"Jadi asuransi komersil itu yang bayar adalah yang beli rokok. Duitnya sudah termasuk harga rokok, jadi nggak ada yang keberatan," terangnya.
~ Jhon Kolay ~

Foto by wikipedia