Demokrasi jangan terkoyak....

Jakarta SHnews, [ 5/3/ 14 ] - Pesta demokrasi yang datang setiap lima tahunan merupakan hajatan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dalam koridor demokrasi Pancasila serta undang undang dasar 45. perlu kita jaga agar demokrasi tidak cacat hukum dan menjadi pesta demokrasi yang legalitasnya diakui dunia Internasional. untuk  menjadikan ajang demokrasi yang berakhir dengan elegan dan sukses harus didukung semua lapisan masyarakat dan pemerintah pun harus menjadi panutan buat rakyat Indonesia, jangan adalagi apa yang dinamakan konspirasi politik, atau politik titipan suatu bangsa lain yang mempunyai kepentingan buat negaranya.

Pemilihan umum sebentar lagi digelar bangsa Indonesia, dari Pemilu legislatif tanggal 9 April 2014 dan PilPres 9 Juli 2014 nasib dan masa depan rakyat Indonesia ditentukan oleh bangsanya sendiri.dan menjadi bangsa yang mandiri. dalam Pemilu legislatif tahun ini hampir 91 persen para Calegnya yang ikut di ajang pemilihan Calon anggota legislatif adalah yang masih duduk dikursi dewan, hampir 507 orang anggota dewan  yang masih aktif [ incumbent ] mereka bolos dari kursi dewan tidak mengikuti rapat paripurna karena sibuk kampanye sosialisasi.

Rupanya kursi dewan adalah tempat yang paling empuk , untuk tidur para pemalas berdasi yang sudah lupa tugas dan tanggung jawabnya, akan salah lagi kalau para pemalas itu terpilih kembali dan melenggang ke Dewan Perwakilan Rakyat. untuk menghindari semua itu, sebaiknya kita tanyakan pada Caleg saat berkunjung ke lokasi bersosialisasi, kita tanyakan hari ini bolos apa tidak ? .kalau jawaban bolos kita usir saja, dan harap kembali bekerja, demi menjaga agar demokrasi tidak terkoyak. mursito.