Hanura: Pemilu 2014 Momentum Indonesia Menjadi Negara Maju

Hary Tanoesoedibjo saat memberikan sambutan
Jakarta (9/3/2014) SHnews ~ Ketua Bapilu Hanura Hary Tanoesoedibjo, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunaikan kewajibanya sebagai warga negara Indonesia pada Pemilu 2014 mendatang, untuk menggunakan hak suaranya sebaik mungkin.

Karena menurutnya, Pemilu 2014 adalah tonggak awal untuk perubahan bangsa Indonesia.
"Kita sudah cukup lama menunggu perubahan untuk kesejahteraan. Dan saat inilah momentumnya," diutarakan Hary Tanoe, kemarin (8/3/14) dihadapan tokoh masyarakat, pemuda dan para pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Batu, Tanggerang Selatan.

Pada kesempatan itu, Hary Tanoe juga mengatakan bahwa hak pilih masyarakat dalam pemilu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai salah memilih atau tidak menggunakan hak pilih!. Karena kesempatan itu hanya datang sekali dalam lima tahun.
"Perubahan harus dimulai dari pemimpin. Kalau pemimpin bersih, kebawah otomatis ikut bersih, dan kebijakannya juga bisa dilaksanakan dengan tegas," kata HT, disambut riuh tepuk tangan para karer Hanura.

Bahwa Indonesia harus segera berbenah, lanjut Hary Tanoe. Saat ini bangsa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Namun karena telah terjadi kontradiksi dimana potensi tersebut tidak mampu menghasilkan kesejahteraan yang diharapkan, khususnya bagi masyarakat bawah.
"Potensi yang ada di Indonesia sangat banyak, tetapi kita hanya terus berputar dipermasyalahan yang sama," pungkas Hary Tanoe.

Hary Tanoe kemudian mencontohkan, masalah yang dihadapi adalah ekonomi masyarakat bawah yang tidak kunjung mengalami peningkatan.
"Ekonomi kita 60 persen ditopang UMKM. Disatu sisi ini baik, tetapi disisi lain betapa kecilnya peran pemerintah," ucapnya lagi.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan lebih maksimal lagi, kata Hary Tanoe melanjutkan. Agar kesenjangan sosial tidak semangkin lebar, khususnya dari sektor ekonomi masyarakat bawah yang banyak berpropesi sebagai petani, nelayan, buruh serta pelaku UKM. Padahal seharusnya pertumbuhan ekonomi 5,7 persen. Yang sekarang terjadi malah capaian tersebut banyak didorong oleh swasta.

Salah satu kendala pembangunan ekonomi Indonesia pada sektor ekonomi masyarakat bawah adalah sulitnya masyarakat mendapatkan modal. Kalaupun ada, mereka masih dibebani bunga, jaminan, serta birokrasi yang sangat rumit. Hary Tanoe kemudian mencontohkan, Indonesia dapat melihat bagaimana China membangun ekonomi masyarakat bawah. Disana sektor propesi seperti buruh, petani, melayan dan UKM difasilitasi lembaga keuangan.

"Di Indonesia tidak ada bank khusus. Jika kila lihat di China, untuk petani ada bank khusus seperti Agriculture Bank of China, begitu pula dengan nelayan, buruh dan UMKM," terangnya. Hary Tanoe berpendapat, dengan adanya lembaga keuangan tersebut, rakyat bawah di China lebih mudah mendapatkan akses permodalan, karena pemerintah menyiapkan pengelolaan dan penanganan berbeda pada setiap kelompok kerja. Hal inilah yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
"Saat ini kita belum memiliki lembaga keuangan khusus, tidak ada yang didedikasikan untuk buruh, UMKM, nelayan dan petani," paparnya.

Indonesia harus segera melepaskan satusnya sebagai negara yang berkembang. Indonesia harus segera bangun menjadi negara maju, dengan perkembangan ekonomi yang baik agar pendidikan, kesehatan yang layak dan rumah tinggal rakyatnya dapat di jamin oleh negara.
~ Jhon Kolay ~

Foto by sindo