Ilmuwan China Coba Ciptakan SmartBaby (Bayi Pintar)

Ilustrasi Gambar
Jakarta (6/3/2014) SHnews ~ Di negara China, tepatnya di sebuah lab, bekas pabrik sepatu di Shanzhen, China, sekelompok peneliti muda menggarap sebuah riset ambius untuk mencari gen-gen dalam tubuh manusia yang berkaitan dengan tingkat intelijensia manusia (IQ).

Kelompok ini dipimpin oleh seorang peneliti muda bernama Zhao Bowen, yang berkeyakinan bahwa lebih dari 60 persen tingkat kepandaian manusia dipengaruhi oleh IQ yang dimiliki oleh orang tuanya. Dan dengan penggarapan proyek ini, pria berusia 21 tahun ini berupaya untuk membuktikan teori yang diyakininya tersebut.

Untuk membuktikan teori itu Zhao tidak bekerja sendiri. Ia adalah salah satu staf peneliti yang bekerja dibawah sebuah perusahaan Biotek raksasa BGI yang dikabarkan memiliki mesin pengurai Gen terbanyak didunia. Menurut Zhao, salah satu mesin yang dimiliki perusahaan raksasa tersebut sanggup menghasilkan ribuan data.

Data-data itu diambil dari susunan genetik lebih dari 2000 orang terpandai yang bisa ditemukan oleh BGI. Sebagian besar orang-orang terpandai tersebut merupakan ilmuan dan ahli matematika.

"Untuk itu, kami sedang mencari orang-orang pandai, atau mereka yang IQ nya lebih tinggi dari 145. Kami ingin mengetahui apa kesamaan mereka," ungkap Zhao seperti yang dikutip dari CBSnews, Kamis (6/3/14).

Ini artinya bahwa proyek pencarian Gen pintar ini, bisa jadi merupakan cikal bakal adanya tes untuk mengetahui apakah seseorang bayi ditakdikan terlahir pintar atau tidak semenjak masih berbentuk embrio. Saat ini sudah ada tes untuk calon orang tua menggunakan tes genetik untuk mengetahui embrio anak mereka mengidap penyakit tertentu atau tidak, memilih jenis kelamin dan karakteristik fisik lainnya. Berdasarkan akan hal itu BGI yakin suatu saat akan ada tes serupa untuk menentukan IQ seorang anak.

Tapi tak dapat dipungkiri selain dianggap kontroversial, study ini juga menimbulkan rasa ketakutan sendiri, apalagi bila China berhasil menciptakan anak yang dirancang khusus untuk sempurna, misal cantik atau pintar. Tapi juga ini terkadang hanyalah sesuatu yang berbau fiksi ilmiah, atau sulit untuk direalisasikan.

Menanggapi proyek tersebut, Direktur National Human Genome Research Institute dari National Institutes of Health, Dr Erik Green mengutarakan untuk bisa menemukan hal semacam itu, ilmu genetik yang dipahami manusia masa kini melum sampai sejauh itu.
"Saya lihat peneliti mungkin lebih bisa menemukan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan mental atau alzheirme daripada tes genetik untuk anak super," jawab Dr Erik.

Walaupun begitu, Zhao dan timnya tetap yakin jika proyek mereka akan menghasilkan sesuatu. Menjawab pertanyaan mengenai tujuan akhir dari proyek ini, dengan mantap Zhao mengatakan, "Demi membantu setiap orang agar bisa memahami dirinya sendiri, dan menciptakan dunia yang lebih baik". ~ Jhon Kolay ~

Foto by contohnamabayi blogspot