In Memoryam with Jojon

H.Jojon semasa hidup 
Pemakaman H.Jojon


Jakarta SHNews. Siapa yang tak kenal pelawak senior yang satu ini dengan ciri khas kumis kecil setengah bagian saja seperti tokoh comedian dari Inggris Charlie Chaplin atau pemimpin Nazi Adolf Hitler dengan celana bretel menggantung, Jojon mampu memikat penonton dengan gayanya yang unik. 
Pelawak legendaris yang mengawali kariernya ketika bergabung dalam grup lawak Jayakarta bersama Cahyono, U’uk dan Johnny, dalam setiap perannya dia selalu tampil seperti orang blo’on atau orang yang kerap dijadikan bulan-bulanan oleh rekan-rekan sejawatnya.
Hanya dengan melihat ekspresi muka dan gayanya Jojon tak perlu banyak mengeluarkan kata-kata lucu demi memancing tawa penonton. Jojon tak hanya bekerja sebagai seorang pelawak namun dia juga mampu berperan sebagai seorang actor comedian.
Siapa nyana ditengah kesibukannya itu Jojon juga kerap mengisi dan memberikan ceramah di masyarakat. Sebagai seorang mualaf Jojon tak risih apabila diminta untuk memberikan ceramah dan wejangan-wejangannya. 
Di usianya yang lanjut Jojon tetap eksis di layar kaca, sebab baginya umur tak menjadi halangan untuk tetap berkarya. Ada satu pesan yang disampaikan kepada anak-anaknya, untuk terus melestarikan kebudayaan  dan tetap mengembangkan seni budaya.
Jojon lahir di Karawang, 5 Juni 1947, pria yang bernama asli Djuhri Masdjan itu wafat di usia 66 tahun. Jojon meninggal pada pukul 06.10 WIB tanggal 6 Maret 2014 di RS. Ramsey Premier Jatinegara, Jakarta akibat serangan jantung. Almarhum meninggalkan seorang istri, tujuh orang anak, enam cucu serta seorang cicit. Almarhum dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Kebon Pedes, Bogor.(mz)