Jangan jadi boneka politik

Jakarta SHnews, [ 7/3/14 ] - Ada yang unik disetiap menjelang pemilihan umum [ pemilu ] Calon anggota legislatif [ Caleg ] yang akan bertarung di ajang pesta demokrasi . banyak cara unutk mengambil simpatik para pendukungnya dan berharap dapat dipilih pada saat pencoblosan tanggal 9 April 2014. ada cara yang sangat santun yaitu dengan menemui konstituenya mendatangi rumah - rumah sambil berdialog  tentang tentang masa depan negeri ini dimasa depan. dan sikap seperti ini yang perlu di contoh bagi para caleg yang akan berkompetisi.

Ada cara seorang Caleg yang melakukan sosialisasi hanya dengan melalui tim suksesnya saja tanpa turun kebawah [ turba ] dan memberikan satu paket sembilan bahan pokok [ sembako ] sambil dilampirkan kartu nama dan ajakan agar memilih beliau. Caleg sperti ini perlu kita kerjain saja " kata ibu Jubaidah  sambil membawa bingkisan. kenapa harus dikerjain ? "  tanya ibu Nining mendengar guarauan ibu Jubaidah. kapan lagi bu, kalau bukan lagi situasi seperti.! masalah nyobolos urusan nomer dua. membalas pertanyaan ibu Nining.

Banyak cara menuju harapan walau jalan itu salah ?  ada yang lebih radikal lagi dari dua kasus diatas. yaitu dengan cara mengumpulkan poto copy KTP dan kartu KK. setelah itu di koordinir oleh orang tertentu yang dapat dipercaya dilingkunganya. dengan poto copy KTP dan kartu KK setiap orang akan mendapatkan uang pengganti poto copy sebesar 50.000 rupiah , tentu menjadi berita yang menghebohkan buat para ibu - ibu yang hidupnya serba pas - pasan, kebutuhan hidup yang serba mendesak ?  tanpa disadari bahwa para kaum ibu yang demikian itu telah menjual demokrasi. dan menggadaikan nasib bangsanya sendiri. kita juga tidak bisa menyalahkan para ibu yang demikian itu. karena jiwa patrunalistik dari jaman penjajahan itu sudah melekat.mursito.