Kalau pohon bisa ngomong...?

Jakarta SHnews, [ 7/3/14 ] - Menjelang Pemilihan umum legislatif [ Pileg ] jalan - jalan protokol di Jakarta sudah ramai dan marak dengan berbaris bendera partai dan banner yang tertancap dibatang pohon angsana, bendera partai dan banner serta spanduk beraroma ajakan untuk memilih demi masa depan bangsa ? kita semua pasti tahu bahwa bendera partai  dan banner serta spanduk belum waktunya untuk ditampilkan dimuka umum [ kampanye terbuka ] sebelum tanggal 16 Maret 2014. dan jangan salahkan Satpol PP kalau bendera partai dan banner serta spanduk dibersihkan para petugas  [ Panwaslu ].

Mau dikata apa ? kalau hari ini dibersihkan petugas Satpol PP dan Panwaslu besok atau lusa tertancap lagi ? memang masyarakat kita belum sadar aturan main berpolotik. atau karena ketidak tahuan masyarakat itu sendiri, sehingga tidak tahu kapan harus berkampanye dan kapan harus bersosialisasi ? memang fenomena ini sangatlah unik di era globalisasi dan keterbukaan menuju jaman perubahan.

Ada yang perlu di ingat buat para Caleg yang menancapkan banner di pohon angsana dengan slogan pilih saya , mohon doa dan dukunganya ? serta spanduk bertuliskan pembawa Aspirasi rakyat, memajukan dunia pendidikan, tetap melayani, serta siap mengabdi dengan rakyat jika terpilih. secara tidak langsung para Caleg itu telah berjanji dengan rakyat dan akan dicatat oleh rakyat, tapi jangan lupa juga mereka  telah berjanji dengan pohon yang telah ia sakiti ? karena telah menancapkan pakunya pada batangnya, andai saja pohon itu bisa ngomong ia akan protes. mursito.