Kedai Daur Ulang Limbah Kertas Mampang

Nursalam di Kedai Daur Ulangnya
Jakarta (1/3/2014) SHnews ~ Kedai Daur Ulang milik Nursalam merupakan salah satu Teknologi Tepat Guna (TTG) di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, tepatnya di Jln Mampang Prapatan XI No 3A RT 007/01 No 16 Kel Tegal Parang Kec Mampang Prapatan Jakarta Selatan, beliau adalah inovator sekaligus penanggung jawab dari Kedai Daur Ulang.

Pak Nursalam mulai menkampanyekan solusi penanggulangan sampah dengan metode daur ulang ini dari tahun 80-an, dengan bergabung di Walhi. Ide berilian yang beliau kampanyekan adalah konsep regionalisasi pengolahan sampah, dimana sampah yang ada harus dikelola di regional masiang-masing dan tidak boleh keluar dari regionalnya (pengolahan tingkat Kelurahan atau Kecamatan) tetapi tidak mendapatkan respon dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.

Semangat Nursalam untuk menkampanyekan kebersihan lingkungan dari permasalahan sampah dengan metode daur ulang ini rupanya tidak surut begitu saja. Di awal tahun 1990 Nursalam memutuskan untuk membuat Kedai Daur Ulang (KDU). Disana Nursalam mendaur ulang limbah kertas menjadi produk yang mempunyai nilai jual. Selain itu alasan Nursalam mendaur ulang kertas karena pengolahan limbah kertas lebih mudah, bisa dilakukan oleh individu atau kelompok. Dan alat yang digunakannyapun relatif sederhana yaitu hanya menggunakan Blender dan Screan cetak kertas.

Proses pengelolaan limbah kertas di KDU sangan sederhana, pertama limbah kertas yang terkumpul direndam dengan air selama 4 hari, setelah proses perendaman selesai lalu kertas tersebut diblender (dihaluskan) sampai menjadi seperti bubur. Setelah itu lalu proses selanjutnya adalah mencetak bubur kertas tersebut menggunakan Screan cetak kertas, dan hasil cetakan itu lalu dijemur diterik matahari selama 2 jam. Hasil cetakan bubur kertas yang telah kering dapat dibuat menjadi berbagai macam barang-barang seperti kotak pensil, gantungan kunci, kotak penyimpanan berkas dan lain-lain.

Kedai Daur Ulang Mampang ini, menjual produk daur ulang berbahan dasar limbah kertas dengan harga dari lima ribu hingga puluhan ribu rupiah. Pelanggan tetap dari KDU ini adalah perusahaan-perusahaan yang mengusung jargon Green Office. Kedai ini juga menjadi tempat pembelajaran siswa SD dan SMA mengenai pengolahan daur ulang limbah kertas.
~ Jhon Kolay ~

Foto by antara