Kemana Lagu Anak-anak?

Jakarta,SHnews. Tahun 90-an adalah masa kejayaan lagu anak-anak. Anda yang lahir sekitar tahun 80-an mungkin tak akan lupa dengan lirik lagu ini, ”Abang tukang bakso, mari-mari sini aku mau beli….” Atau, mungkin anda tidak asing dengan penggalan lagu berikut, “Diobok-obok airnya diobok-obok, ada ikannya kecil-kecil pada mabok….”

Sukses lagu-lagu tersebut bukan saja mengantarkan penyanyinya menjadi tenar, namun lagu-lagu tersebut menjadi menduniawi ke tubuh anak-anak, meningkatkan imajinasi mereka. Gaung lagu-lagu tersebut tak hanya terdengar di toko kaset, di rumah, tempat pendidikan, di jalan, pokoknya hampir disetiap tempat kita pasti mendengar lagu-lagu tersebut.  
Kini sudah satu dekade berlalu semenjak masa emas lagu anak-anak. Sayangnya tak ada lagi tembang-tembang yang ceria, natural dan mendidik. Sekarang ini hampir sebagian anak-anak tak lagi menyanyikan lagu untuk usianya ditambah parahnya tayangan ditelevisi yang hampir sebagian besar hanya menayangkan acara-acara yang tak bermutu.

Tragisnya anak-anak kini disuguhkan dengan program-program yang notabene lebih cocok untuk orang dewasa. Anak-anak kini lebih tau dengan lagu Bang Jali, Goyang Oplosan, atau Cabe-cabean yang kini sedang trend. Mengenaskan, dimana seharusnya anak-anak masih harus bereksplorasi dengan alamnya yang nature, menginpirasi lingkungan dan kehidupan, mereka tak dapat lagi bisa menikmati dengan bebas semua itu. Tak heran bila terjadi kemerosotan moral, anak-anak tumbuh namun dalam pola berpikir dewasa yang terlalu dini, inilah dampak psikologis akibat keegoisan para perusahaan TV, dan emohnya produser music untuk menghidupkan lagu anak-anak. Mereka hanya mencari keuntungan tanpa memperdulikan perkembangan anak-anak yang menonton tayangan yang disuguhkan, ditambah dengan kurangnya bimbingan dan pengawasan orangtua dalam soal pengetahuan untuk acara-acara yang pantas ditonton untuk anak-anak.


Dibutuhkan gebrakan dari kita semua tak hanya orang tua, masyarakat, para produser music, awak media dan pemerhati anak. Sudah saatnya kita lakukan perubahan demi masa depan anak-anak. Jangan abaikan masa kecil mereka. Jangan korbankan mereka demi kepentingan pribadi. Mari kita bahu-membahu bersama-sama untuk membangkitkan lagi lagu anak-anak, menghidupkan masa kejayaan tembang-tembang tersebut guna membangun generasi bangsa yang smart, dan berakhlak mulia.(mz. JP)