Ketika Iblis Berjubah Malaikat

Ilustrasi Gambar
SHnews (3/3/2014) ~
Oleh : Nasarudin Umar

Suatu saat Mr. X, seorang pejabat disalah satu instansi, merasa sangat terusik dengan sikap dan perilaku sekretaris pribadi yang baru saja dilantik. Ia dianggap selalu membatasi selera dan keinginanya. Karena kehadiran sekretaris baru ini betul-betul tidak mendatangkan zona nyaman bagi dirinya. Seolah-olah sekretaris ini memasang sedemikian banyak daerah terlarang disekitar dirinya. Ia selalu menegur dirinya meskipun dengan gayanya yang amat santun. Misalnya dengan mengucapkan kata-kata: "Mohon maaf Bapak, menurut pendapat saya ini jeruk makan jeruk, sehingga tidak tepat untuk disetujui", "Mohon izin Pak, ada tamu ingin menghadap tetapi ia dari salah satu rekanan dikantor ini, apa tidak sebaiknya diarahkan kepejabat terkait langsung saja Bapak?", "Mohon maaf bapak, sekedar mengingatkan makanan ini serat kolesterol, jika berkenan saya siapkan jenis makanan lain". Sikap sekretaris ini betul-betul dirasakan mengurangi kebebasan dirinya, bahkan kadang-kadang dirasakan sudah seperti mahluk yang menjengkelkan, alias iblis.

Mr. X minta dicarikan sekretaris pribadi baru. Akhirnya ditemukanlah seorang perempuan yang bukan hanya berparas cantik dan simpatik, tetapi mampu memahami selera bosnya. Bahasa yang sering muncul dari sekretaris baru ini ialah: "Tenang saja Pak, ini bisa diatur", "Tidak ada salahnya Bapak menerima rekanan itu, sekedar silahturrahim saja", "Sesekali nggak masalah Pak, kan Bapak bisa minum obat penawar kolesterolnya". Sikap sekretaris baru ini betul-betul memuaskan dirinya, sehingga terucaplah kata-kata : Engkau memang pantas menjadi sekretaris pribadi saya, bahkan engkau seperti malaikatku. Berbeda dengan temanmu kemarin betul-betul seperti siluman yang menyedot energy.

Mr. X larut dengan zona nyaman semu yang diciptakan oleh sekretaris pribadi barunya yang bisa memberikan pembenaran seluruh keinginan dan selera dirinya. Sayang kepuasan itu tidak lama dirasakan karena tiba-tiba ia diciduk oleh aparat penegak hukum karena ia telah melakukan pelanggaran beruntun. Hampir setiap kebijakan dilakukan menabrak rambu-rambu. Ia baru sadar setelah hidup didalam rumah tahanan, selain harus menanggung malu, ia juga harus bergelut dengan penyakit asam urat dan pusing akibat kolesterol tinggi yang berakumulasi di dalam dirinya.

Mr. X kini baru sadar dan betul-betul menyesal. Ternyata sekretaris pribadinya dulu yang disangka iblis ternyata sesungguhnya adalah malaikat. Seandainya terus bersama dia, dipastikan tidak akan pernah masuk bui dan boleh jadi tidak terbebani sejumblah penyakit yang bersarang di dalam tubuhnya. Ia juga sadar bahwa sekretaris baru yang dianggap sebagai bidadarinya ternyata iblis yang berjubah malaikat.
~ Jhon Kolay ~