Ketua DPC Hanura Semarang: Pelapor Korupsi Banpol Hanura Kader Yang Di Pecat

Ilustrasi Gambar Bendera Parta Hanura
SHnews (3/3/2014) ~ Kasus tuduhan kepada Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Semarang, Kulistyono, menyangkut dana Bantuan Partai Politik (Banpol) terus berlanjut.

Kulitiyono dan Mangsuri, Ketua dan Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Semarang mendatangi penyidik Unit Tindakan Pidana Korupsi Polres Semarang pada Minggu (2/3/14) kemarin. Kedatangan mereka ke Polres Semarang untuk menjelaskan tentang tuduhan dugaan korupsi Dana Bantuan Politik yang dituduhkan kepadanya pada Penyidik.
"Terkait tuduhan penyelewengan Banpol, maka kami inisiatif datang ke Polres untuk menjelaskan bahwa kami ini terbuka dan kooperatif tentang masalah itu," tutur Kulistyono.

Ketua DPC Semarang ini di Polres Semarang yang diterima oleh Aiptu Sri Suhono menjelaskan tentang anggaran yang ia akui telah sesuai dengan peruntukannya. Ia menjelaskan bahwa anggaran yang telah digunakan tersebut tidak ada masalah. Karena dari pemeriksaan Kasbangpol Kabupaten Semarang dan BPK tidak ditemukan adanya penyimpangan. "Kepada penyidik saya sampaikan bahwa, para pelapor saat ini bukan lagi pengurus setelah diberhentikan karena tidak aktif dalam kepartaian. Kami juga telah menjelaskan secara detail anggaran yang diterima. BPK dan Kasbangpol juga menyatakan tidak ada temuan," terang Kulistyono.

Menurut Kulistyono, orang-orang yang datang ke Mapolres Semarang, ternyata hanya audensi saja, belum resmi melapor. Para pelapor yang merupakan mantan Ketua PAC Bandungan Suparmin beserta rekan-rekannya saat diminta data dan surat pengaduan, tidak dapat menunjukan data-data tersebut. "Mereka ternyata baru sebatas audensi, karena mereka tidak memiliki bukti-bukti yang komplit," papar Kulistyono.
~ Jhon Kolay ~

Foto by wikimapia