Konferensi Internasional Perdamaian Dunia

Dari kiri Dr. Abdul Mu'ti, K.H.Dr. Hasyim Muzadi,
Ambassador Amirudin Noor, Moderator
Jakarta,SHNews (11/03/2014). Indonesian Council on World Affairs (ICWA) bekerja sama dengan Global Movement Moderates Foundation (GMMF) yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia menyelenggarakan roundtable discussion dengan tema "Moderation as a Concept in Foreign Policy and How it can put into Practice by ASEAN " and  "The Return of Big power Rivalry and the South China Sea", bertempat di Gedung Caraka Loka, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta Selatan. 

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka membangun sikap yang moderat (lunak) dalam kaitannya dengan konsep kebijakan politik luar negeri dan bagaimana sikap tersebut dapat diterapkan oleh negara-negara anggota ASEAN. Acara diawali dengan sambutan pembukaan oleh Ketua Dewan Eksekutif ICWA, Ambassador Ibrahim Yusuf yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ICWA dengan GMMF. Dalam sambutannya Ibrahim Yusuf menyampaikan bahwa ASEAN harus mampu menjadi promotor dialog kerjasama di tingkat internasional terkait dengan masalah perdamaian dunia. Sebagaimana diketahui bahwa semakin meningkatnya konflik yang dilatarbelakangi masalah agama, suku, dan ras di beberapa negara di dunia. 

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan GMMF, Ambassador M. Redzuan Kushairi serta Ambassador Dr. Makarim Wibisono selaku Ketua Dewan Pelaksana ICWA. acara tersebut dihadiri oleh para Duta Besar Negara sahabat atau yang mewakili, serta dalam diskusi tersebut turut hadir sebagai pembicara K.H.Dr. Hasyim Muzadi (mantan Ketua Nahdatul Ulama'), Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. (Anggota Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah). Sebagai mantan tokoh di Nahdatul Ulama' (NU), K.H. Hasyim Muzadi menuturkan beberapa hal tentang bagaimana NU menjadi organisasi islam yang memperjuangkan pluralisme. Di akhir peyampaiannya, Hasyim Muzadi mengatakan bahwa "Esensi Pancasila mampu mewadahi semua agama di Indonesia, serta perpecahan terjadi bukanlah karena substansi agama melainkan faktor luar seperti politik, ekonomi dan lain-lain".

Dalam kesempatan yang berbeda, Dr. Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa "kata "moderat" itu berarti terbuka dan adil". Beliau menambahkan bahwa sudah banyak hal yg dilakukan oleh Muhammadiyah terkait dengan upaya menjaga perdamaian dunia seperti dakwah lintas agama, proses perdamaian di Filipina selatan, proses perdamaian umat budha di Malaysia, serta banyak lagi yang lainnya. (Eko Christanto)