Masjid dampingan gereja, Simbolis toleransi





Jakarta, Shnews(08/03/2014). Ternyata selain di jalan Jampea ada juga Masjid dan gereja berdampingan. Masjid Al-Muqarrabin persis berdempetan dengan Gereja Protestan Mahanaim Enggano No 52 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ketua Jemaat Gereja Mahanaim Pendeta Nyonya Tatalede Barakati menjelaskan, bangunan gereja sudah berdiri sejak tahun 1957. Menurutnya, Masjid Al-Muqarrabin berdiri dua tahun setelah gereja berdiri.

 “Gereja ini (usianya) sudah masuk ke-55 tahun, dibangun dari tahun 1957. Sedangkan masjidnya baru ada sekitar dua tahun setelah gereja berdiri. Satu tembok, satu dinding,” kata Pendeta Tatalede Barakati. Kompas.com

Tatalede mengatakan, hubungan yang sudah terjalin antara pengurus gereja dan masjid tidak pernah menemui masalah. Apabila ada acara keagamaan, seperti bulan suci Ramadhan, Lebaran, atau Natal, mereka saling mendukung. Meskipun demikian, pihak gereja mengaku belum pernah membuat acara bersama.

“Kalau acara bersama sih belum ada, tetapi kita saling mendukung. Kami memberikan bantuan juga. Kalau mereka (pihak pengurus masjid) butuh apa, mereka biasanya memberi tahu kami. Begitu pula sebaliknya,” tutur Tatalede.

“Selama 55 tahun itu ya hubungan kita akrab. Kami saling mengunjungi. Kami saling perhatian. Kami anggap saudara,” ujar Tatalede.

Namun, kini masjid dan gereja yang berdiri harmonis itu akan direlokasi dengan alasan pelebaran jalan. Gereja akan direlokasi ke Jalan Melur No 5, RT 006 RW 013, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Gereja baru sedang dalam proses pembangunan. Sedangkan Masjid Al-Muqarrabin belum diketahui akan dipindah ke mana.