Mendagri : Program e-KTP Gagal




Gamawan Fauzi,Mendagri (antara.com)
Jakarta, Shnews  (08/03/2014). Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengakui pencetakan KTP elektronik (e-KTP) gagal mencapai target. Sehingga, Kemendagri harus mengembalikan sisa anggaran.

"Yang tercetak hingga saat ini baru 145 juta. Artinya 27 juta lagi belum masuk ke tahap pencetakan," kata Mendagri Gamawan Fauzi di Jakarta, Selasa (7/1).

Awalnya, anggaran proyek e-KTP mencapai Rp5,8 triliun untuk sekitar 172 juta e-KTP.

Ia menjelaskan, sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan dana untuk pencetakan tersebut. "Namun hingga akhir 2013 jumlahnya tidak mencapai target. Karena itu kami batalkan pembelian alat untuk tahun ini. Uang dikembalikan dan kami hitung lagi berapa besarnya," ujarnya.

Kemendagri menargetkan bisa mencetak 172 juta penduduk yang sudah melakukan perekaman hingga akhir 2012 lalu. Namun akibat masih banyaknya data penduduk yang terekam secara daring, pihaknya tidak mau mencetak fisik e-KTP. Sebabkan pencetakan baru bisa dilakukan apabila datanya sudah terekam daring dan tunggal.

Karena sudah lewat masa pencetakan dan penganggaran, pihaknya akan menyerahkan pelaksanaan pencetakan e-KTP sebanyak 27 juta penduduk itu kepada daerah. "Jadi nanti daerah yang mencetak, namun pembiayaan tetap dari APBN sesuai amanat UU Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan," ujarnya.

Gamawan menyebutkan, sekarang pemerintah menunda pencetakan kartu e-KTP sampai setelah pemilu nanti, dan  pemerintah baru kembali mengeluarkan dana untuk program e-KTP (terutama untuk 27 juta penduduk yang belum dapat fisik e-KTP) setelah APBN-P 2014 disahkan. "Jadi minimal setelah April pencetakan baru bisa dilakukan," ujarnya.

Gamawan juga menyebutkan, untuk Pemilu 2014, pemilih yang belum terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) masih bisa menggunakan KTP lama untuk menuju tempat pemungutan suara (TPS). "Sehingga seluruh warga masih tetap bisa memilih," pungkasnya. (MTVN/Sh)