Nikmatnya Toge Goreng Masjid Jami Al Fitroh

Toge Goreng
Jakarta,SHnews. Orang mengenalnya dengan nama Toge Goreng tapi dalam proses pengolahannya sebenarnya tak memakai minyak setetespun. Sayur toge yang diletakkan diatas nampan putih lebar, kemudian direbus lalu diaduk-aduk menggunakan sendok kayu inilah yang nampak seperti orang yang sedang menggoreng.

Kuliner khas daerah Betawi dan Bogor ini memiliki citarasa gurih, manis dan pedas, tercipta karena perpaduan antara sayur toge, tahu, oncom, mie kuning direbus jadi satu, kemudian disiram dengan kuah tauco, dan ditambah potongan ketupat plus kerupuk sebagai pelengkapnya.

Mang Udin salah satu penjual toge goreng yang biasa mangkal di Masjid Jami Al Fitroh, Sunter Utara, mengaku menghabiskan 4-5 kg toge setiap harinya. Ia biasa berjualan mulai pukul 11.00 sampai pukul 19.00 WIB. 
“saya nerusin usaha dari orang tua, udah 68 tahun jualan ginian”ujar Mang Udin mengatakan. Omzet yang didapat dari berjualan toge goreng cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari diluar daripada modal jualan tersebut.

Mang Udin terlihat sibuk melayani pembeli maklum hari itu rombongan dari caleg DPRRI Dapil 3 Partai Hanura yang sedang mengadakan kampanye terbuka kebetulan sedang singgah di masjid jami Al Fitroh usai menjalan kan ibadah sholat ashar langsung menyerbu gerobak toge goreng Mang Udin.

Terlihat Bapak Drs.Hardjadinata yang sedang asyik menikmati toge goreng buatan Mang Udin ini. Ya sebagai caleg Pak Hardja tak malu-malu untuk makan dipinggir jalan, tak mesti ketempat rumah makan mewah untuk merasakan indahnya kebersamaan, ini menunjukkan apresiasi Pak Hardja bahwa beliau tak segan untuk terjun ke bawah bercampur dengan kalangan biasa.


Mang Udin sendiri nampak gembira dengan kehadiran rombongan caleg Pak Hardja ini, sebab tanpa perlu menunggu sampai malam dagangannya sudah habis terjual.(mz)