Kajian Fikih, Maulid Nabi dengan Uang Masjid (bagian 1)


Memperingati Maulid Nabi muhammad merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh syar’i dengan cara apapun, dengan catatan: bukan hal-hal yang berbau maksiat. Di kalangan masyarakat, baik pedesaan maupun perkotaan selalu tampak sangat antusias untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mengenai perayaan maulid tersebut, terdapat sebuah kejadian menarik di satu masjid yang oleh ta'mir-nya dibiayai dengan menggunakan uang kas masjid. 

Ini akan menjadi suatu pertanyaan bagi kita dalam menjawabnya perlu ditijau dari kitab klasik, dan perlu klarifikasi ringkas dalam masalah terebut.
Yang menjadi poin adalah praktek yang dilakukan oleh takmir tersebut apakah dibenarkan menurut ulama’.
Jawabannya pertama kita melihat maslahat (kepantasan suatu hal) tertentu lebih banyak manfaatnya untuk masjid, ini berbeda bila yang punya kepentingan banyak adalah takmir masjid dan menguntungkan kepada takmir masjid maka jelas ini tidak boleh, kedua masih dalam lingkungan masjid  artinya yang mengadakan maulid ditempatkan di halaman masjid dan ketiga, dalam penggunaan dana tersebut tidak terlalu berlebihan (secukupnya).
Ini sebagiannya referensi saya cantumkan  dari kitab Bughyatul Mustarsyidin Hal. 65