Rambuta dan Pemilu.

Jakarta SHnews, [ 01/02/14 ] - Musim hujan memang sangat riskan dan amat membosankan bagi wilayah langganan banjir. tapi coba kita lihat dijalan - jalan ibukota, dampak musim hujan terasa buat pedagang rambutan, karena dimusim penghujan rambutan bagai jamur bersemi. tahun ini kita akan kedatangan tamu istimewa, lima tahunan sekali. banyak pesta demokrasi [ Pemilu ] kehadiran rambutan dengan Pemilu sangat menyita perhatian bangsa Indonesia [ khususnya masyarakat Jakarta ] warna rambutan yang merah dan hijau menambah semarak jalan - jalan di Jakarta berdampingan dengan beraneka warna bendera partai.

Kita tidak ingin membicarakan rambutan yang harganya satu ikat 10 ribu, tapi kita bicara logika tentang bagaimana  Pemilu yang sebentar lagi disuarakan rakyat Indonesia. Pemilu Legislatif memang menjadi tolak ukur bangsa ini memilih para caleg yang benar - benar membela kepentingan rakyat. atau hanya akan menjadi bangsa seharga seikat rambutan?

Dalam memilih wakil rakyat masyarakat dituntut harus cerdas menentukan pilihanya, dan harus bisa belajar pada pemilu sebelumnya. kita sudah lihat sendiri banyak wakil rakyat yang sudah mabuk kepayang kesetanan dengan kekuasaan, asyik dengan uang korupsi bersama wanita simpananya , belanja menghamburkan uang rakyat.semua sudah lupa dengan janjinya dan akhirnya berurusan dengan KPK. sehingga mereka mendekam merenungi nasib memandangi tembok penjara. mursito.