SBY Merakyat, Untuk Mendongkrak Elektabilitas Partai Demokrat yang Sekarat



Sentul, SHnews- Melihat kenyataan pahit yang saat ini dialami oleh para kader Partai Demokrat, yang terjerat kasus mega korupsi, Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina sangat prihatin sekali. Dampak dari keterlibatan para kader pujaan Partai Demokrat yang secara rombongan digiring oleh Komisi Pemberatas Korupsi ke jeruji besi sungguh menyisakan duka yang mendalam di benak orang nomor satu di Indonesia ini.   

Ujung dari beberapa keterlibatan kader Partai Demokrat sangat jelas, elektabitas Partai Demokrat sekarat, rakyat merasa ditipu mentah-mentah. kalau kondisi ini tidak segera ditangani bisa jadi partai ini mati suri. Dari bulan kebulan menjelang pemilu raya, elektabilitas partai yang selalu bertengger diurutan pertama kini mencelat diurutan entah berapa? elektabilitas Partai Demokrat merosot anjlok.

Walaupun sang pembina mencoba menghibur diri saat menghadiri debat konvensi calon presiden Partai Demokrat di Bogor, Minggu (2/3/2014) mengatakan” "Good news, selama ini survei yang muncul mengatakan elektabilitas Demokrat begitu rendah dibandingkan sejumlah partai yang begitu tingginya. Minggu lalu, saya dapatkan hasil survei lembaga yang kredibel, dari seluruh daerah yang disurvei, angkanya membawa kebahagiaan bagi Demokrat," ujar SBY, tanpa menunjukkan Lembaga Survei mana.? [kompas.com].

Pada Minggu [02/03/14] SBY turun gunung melihat lebih dekat rakyatnya dengan mencicipi kuliner  di Pasar Apung Sentul. Upaya untuk mendrongkrak elektabilitas dan kepercayaan publik yang dilakukan oleh Yudhoyono terhadap Partai yang dibinanya itu, mungkin hanya merajut serpihan-serpihan kertas buran di mata Rakyat Indonesia. Memang elektabilitas demokrat terbantu sedikit dari  figur-figur konvensi calon presiden, namun hei…lihatlah Pergerakan Perhimpunan Indonesia [PPI], pergerakannya akan terus mengganggu anda walaupun Anas [ketua] dipenjara dan saat ini sedang menggeret  Putra Mahkota merasakan dinginnya penjara. 

Rangkaian kicauan PPI saya yakin tidak akan habis menjelang pemilu raya.  Dalam sejarah kepemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] baru kali ini terdapat kader partai yang menjadi pejabat yang melakukan korupsi secara rombongan dengan nilai  yang mencengangkan ya dari kader Partai demokrat ini.

Rakyat Indonesia yang sebentar lagi akan merayakan pesta demokrasi lima tahunan, tentu masyarakat tidak lupa ingatan. Rakyat saat ini sudah pintar-pintar melihat kenyataan dan fakta siapa yang menajdi pengerat uang rakyat dan siapa yang dengan jabatannya benar-benar amanah mengurus rakyat jelata. Rakyat kini teliti, untuk memilih siapa pemimpin yang patut menjadi suri tauladan untuk kehidupan lebih baik di lima tahun mendatang. [Dilansir oleh Jurnalis Penggagas; Suryawinata].AbuAR