SEMOGA BADAI CEPAT BERLALU....

Jakarta SHnews, [ 12/3/14 ] - mencermati setiap kejadian dan tragedi di negeri ini, musibah yang datang silih berganti, dari tahun ke tahun seakan bangsa ini sedang diuji kesabaranya, dan legowo menyikapinya.datangnya tsunami di Aceh yang menggemparkan dunia, dengan gulungan ombaknya yang membuat dada ini sulit untuk bernapas ketika kita menyaksikan lewat media televisi, banjir banding yang melanda Manado dan Jakarta, tanah longsor , gunung meletus saling bergantian, dari gunung Merapi di Sleman Jogjakarta, gunug Sinabung di Medan Sumatra utara, gunung Kelug di Kediri yang erupsi kawahnya tak pernah habis, selalu datang tiba- tiba, dan sebentar lagi gunung Slamet. ada apa dengan bangsa ini ? pertanyaan itu selalu hadir dalam benak bangsa Indonesia . dan selalu bertanya pada Tuhan pencipta alam ini" apa benar Tuhan itu menyayangi umatnya, atau Tuhan marah '" jika ada yang berpendapat seperti itu maka saya katakan salah ?

Kita disini dituntut cerdas dan harus koreksi diri, salah apa pada bangsa ini? kesalahannya karena kesombongan dan keserakahan yang menjadi budaya para pemimpin negeri ini yang selalu mengatakan berjuang untuk rakyat, saya katakan bohong besar...! coba kita perhatikan para pemimpin yang duduk dikursi dewan yang terhormat, ? mereka sebagian ada yang jadi perampok uang rakyat, dengan praktek korupsi . dari kolusi daging sapi serta  uang suapnya ketua MK Akil mochtar, belum lagi korupsinya Dinasti Ratu Atut chosiya yang memimpim rakyat Banten, ada lagi kasus yang heboh.....! yang tak pernah selesai yaiti kasus Bank Century

Pelajaran dari tahun - tahun lalu sudah dapat kita petik? bahwa Tuhan itu tidak marah , tapi karena alam yang protes terhadap semua tindak tanduknya para pemimpin kita, baik yang ada di Instansi  pemerintahan sampai yang duduk dikursi dewan yang sering bolos pada saat rapat pari purna  ? kita juga salah karena sudah memilih para pemimpin yang korupsi  tanpa teliti terlebih dahulu, dan semoga menjadi pelajaran dalam memilh para wakil rakyatnya, mari kita berdoa , semoga badai cepat berlalu. mursito/