TENDA BIRU

Jakarta SHnews, [ 10/4/14 ] - Kehidupan dunia malam di Jakarta sangatlah gemerlap seakan ibukota tak pernah tidur dan selalu menampilkan rona gemerlap keindahan yang tak ada habisnya. gemerlap Jakarta memang meggoda semua insan yang ada dikota metropolitan , Jakarta bukan hanya milik orang - orang yang berkantong tebal saja tapi juga buat masyarakat yang hidup dipinggir pesisir . rona gemerlapnya ibukota yang selau menawarkan sejuta harapan buat siapa saja, kota Jakarta yang selalu dihiasi dengan hiburan, dari diskotik, perhotelan, pub dan bar .juga berdampak pada masyarakat pinggiran yang ingin menikmati gemerlapnya seperti dikota besar, ada warung remang - remang dengan tenda birunya, dan musik dangdut eretan ciri khas pantura.

Kehidupan ini juga berimbas pada kehidupan malam para gadis ABG [ anak baru gede ] , atau orang bilang cabe- cabean., usia yang relatif muda ? saat kami wawancarai Intan [ 17 tahun ] " faktor ekonomilah yang membuat saya begini " kata Intan sambil menghisap batang rokoknya dalam - dalam.dari sekian banyak para pekerja seks komersial [ psk ] adalah gadis putus sekolah yang dikarenakan faktor ekonomi, sebagian besar gadis - gadis seusia Intan berasal dari kota Indrmayu dan Cirebon.

Para gadis cantik ini yang seyogyanya masih duduk dibangku sekolah  dan masih pelajar aktif tapi sudah terjun kedunia yang sebelumnya ia pikirkan dan amat nista ini ? tapi mau dikata apa, kalau faktor ekonomi yang menjadi alasan kita tak bisa berbuat apa - apa tanpa ada dukungan semua pihak, pemerintah dan orang tua, andaikata para gadis ini masih mengenyam pendidikan ,bukan tidak mungkin diantara mereka ada yang menjadi dokter, Insinyur, bahkan guru ? sekarang menjadi tugas semua elemen bangsa untuk memikrkan langkah selanjutnya untuk pendidikan..mursito.