Tiga Cara Menghadapi Resiko Penyakit Jantung

gambar ilustrasi


Jakarta SHnews, (15/04/14) – LAKUKAN TES YANG TEPAT. Pemeriksaan dasar, seperti elektrokardiogram dan tes stress, hanya mendeteksi serangan jantung yang besar dan lama, atau penyumbatan yang parah (lebih dari 70% rongga pembuluh darah tersumbat). Hanya tes yang lebih maju, seperti pemindaian kalsium pembuuh darah coroner atau ultrasound carotid artery intima-media thickness (CIMT) , yang dapat menemukan gejala awal aterosklerosis tersembunyi.

Kedua tes direkomendasika bagi mereka yang beresiko tinggi: memiliki diabetes (penyakit gula) tipe 2 , kolesterol abnormal, tekanan darah tinggi, obesitas, riwayat keluarga untuk penyakit jantung, atau mempunyai kebiasaan merokok. Jika tes mendeteksi pembuluh darah yang tersumbat ringan, dokter akan merekomendasikan konsumsi aspirin atau obat-obatan lain setiap hari, diet dengan mengkonsumsi sayur dan buah utuk menurunkan kolesterol, vitamin K2, serta olahraga dan manajemen stress untuk perbaiki kerussakan.

HINDARI PENOLAKAN DAN PENYANGKALAN. Pembuluh darah yang 50 persenya terhalang dapat jadi tesumbat seluruhnya hanya daalam beberapa jam, yang berujung kepada serangan jantung serius.  Jangan pernah menyepelekan gejala-gejala yang mengkhawatirkan, seperti tekanan pada dada, napas tersegal, atau kelelahan tiba-tiba. Semua itu bisa jadi sinyal serangan jantung yang akan datang. segera peeriksa ke dokter, jika khawatir. Dan rutin lakukan pengecekan gula darah anda, semakin tinggi kadar gula darah  anda, semakin tinggi kolesterol LDL termodifikasi anda. (C.a)