Tiga gerakan ideologis berbahaya di Indonesia




Jakarta, SHnews (28/02/2014). Indonesia lagi diambang bencana. pertama, bencana yang telah berlalu tapi masih meninggalkan sejarah yaitu Banjir Jakarta, Banjir Manado, Gempa Bumi, erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud. Kedua, Bencana militan revolusi dan puritansi pemahaman Aqidah, dan yang kedua inilah yang menimbulkan dampak kerugian besar nantinya bila terjadi.

Mahfud MD menyatakan saat ini ada tiga gerakan sangat berbahaya yang sedang beroperasi di Indonesia. Pertama, gerakan ideologis yang sangat aktif, yang menginginkan agar negara Indonesia menjadi negara seperti di zaman kesultanan atau kekhalifahan Turki Usmani.

Kedua, gerakan yang menginginkan agar negeri ini seperti negara mullah di Iran. Sedangkan yang ketiga adalah gerakan Wahabi yang ingin menggusur paham Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang selama ini telah berkembang bersama Nahdlatul Ulama (NU).

"Ketiga gerakan ini sangat berbahaya karena jelas-jelas merongrong eksistensi NKRI," kata Mahfud dalam acara Silaturrahim DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau dan DPC PKB se-Kepulauan Riau di Wisma Haji Batam, Jumat (21/2), seperti dilansir Antara.com

Menurutnya, tujuan bernegara NU adalah menyejahterakan rakyat dalam bingkai NKRI, dan hal itu ditegaskan dalam Muktamar NU tahun 1984 di Situbondo, Jawa Timur yang pada waktu itu ketua PBNU yang terpilih adalah KH. Abdurrahman Wahid.

Sejalan dengan doktrin berbahaya tersebut, KH. Abdurrahman Whid (Gus Dur) juga sejalan dengan ide Mahfud MD yang menginginkan negara Indonesia bebas pemaksaan dan penuh toleransi. 

Gus Dur dengan pembelaannya terhadap NU benar-benar antisipatis sekali terhadap bahaya puritansi yang dibawa gerakan Wahabi tersebut.   


Mahfud MD menambahkan, perjuangan dengan cara NU itu, insya Allah akan menghalau tiga bahaya besar yang mengancam negara kita," tutur capres PKB itu.