Wajib Atau tidak Bacaan Al-fatihah Bagi Ma’mum



Wajib Atau tidak Bacaan Al-fatihah Bagi Ma’mum


JAKARTA,SHNews- Membaca al-fatihah dalam shalat merupakan rukun. Rasul saw bersabda, "Tidak sah solat orang yang tidak membaca surat al-fatihah." Hanya saja bagaimana hukumnya bagi makmum dalam shalat jahriyyah (subuh, maghrib dan isya), apakah tetap harus membaca atau cukup mendengarkan bacaan imam?

Pendapat pertama menyebutkan bahwa makmum tidak perlu membaca al-fatihah atau surat yang lain selama ia mendengar bacaan imam. Ini adalah pendapat jumhur ulama (madzhab Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan salah satu pendapat Syafii).

Pendapat kedua menyebutkan bahwa makmum tetap wajib membawa al-fatihah baik dalam shalat sirriyyah maupun jahriyyah. Ini adalah madzhab Syafii dan Ibn Hazam.

Pendapat ketiga menyebutkan bahwa tidak wajib bagi makmum untuk membacanya; namun sekedar dianjurkan. Ini adalah pendapat al-Awza'i dan sejumlah ulama.

Pendapat keempat menyebutkan bahwa tidak wajib membaca al-fatihah baik dalam shalat jahriyyah maupun sirriyyah. Yang wajib hanyalah membaca surat atau ayat yang mudah dari Alquran.

Di antara sejumlah pendapat di atas dan pendapat lain diseputar membaca al-fatihah bagi makmum ini, tampaknya pendapat jumhur yang lebih kuat berdasarkan sejumlah dalil. Di antaranya karena Allah menyuruh untuk diam dan mendengar saat Alquran dibaca dalam shalat (QS al-A'raf: 204). Juga karena Rasul saw bersabda, "Imam diangkat untuk diikuti. Jika ia bertakbir, maka hendaknya kalian bertakbir. dan jika ia membaca, hendaknya kalian diam." (HR Ahmad).

Lalu bagaimana dengan kewajiban membaca al-fatihah dalam shalat seperti yang Rasul saw tegaskan? Bukankah ia adalah rukun? Jawabannya: benar bahwa surat al-fatihah adalah rukun dan wajib dibaca. Namun hal itu berlaku dalam shalat secara umum. Sementara bagi makmum, berlaku ketentuan yang bersifat khusus sebagaimana sabda Nabi saw, "Siapa yang memiliki imam, maka bacaan iman juga merupakan bacaan untuknya." (HR Ahmad dan dihasankan oleh al-Albani). Jadi bacaan imam sudah cukup mewakili.Fathur rozie