Caleg Nasdem Disinyalir Melakukan Manipulasi Suara di Dapil DKI Jakarta III


Jakarta, SHnews- Raihan suara di Dapil DKI III didominasi oleh Caleg No.1 Ahmad Sahroni yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat [NasDem]. Ahmad Sahroni mendapatkan suara di Dapil DKI III sangat mengejutkan berbagai pihak, begitu fantastis. totaIl raihan suara Ahmad Sahroni melampaui gabungan perolehan suara partai yang mengusungnya ditambah 7 Caleg DPR RI dari Partai Nasdem. 

Padahal menurut Survei Lingkaran Indonesia [SLI] Prediksi perolehan suara Nasdem di DKI sebelum pileg dilaksanakan, total perolehan suara partai ini hanya mendapatkan kisaran 4 % suara dan berada di nomor urut 8.  


Banyak caleg baik tingkat DPR RI maupun DPRD  merasa dirugikan atas kecurangan yang dilakukan oleh oknum caleg dari partai yang disinyalir melakukan kecurangan.  Kecurangan ini dilakukan dengan cara memanipulasi angka, penggelembungan suara dan pemindahan suara partai ke suara caleg dari tingkat TPS, PPK dan KPUD.


Seperti disinyalir oleh Caleg DPR RI Partai Hanura No.1 Karna Brata Lesmana, dia menilai ada perolehan suara yang tidak rasional yang diperoleh Caleg DPR RI Partai Nasdem No.1 di empat kelurahan; Tanjung Priok, Kebon Baru, Koja dan Cilincing, trend perolehan  suaranya hampir sama di tiap-tiap TPS  di kisaran 130-150 secara merata, ini tidak mungkin dan tidak rasional. Karna Brata Lesmana berencana akan melakukan investigasi  terkait temuannya tersebut. 

Seperti  yang terjadi di TPS. 90 di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mengacu formulir C yang sudah dipublikasikan oleh KPU Pusat  didapati delapan partai  [Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB, PKPI] dibiarkan kosong melompong, padahal formulir tersebut sudah di tanda tangani oleh KPPS. 

Ada dua kemungkinan, mungkin pihak KPPS sengaja membiarkannya kosong. 
Kemungkinan kedua ke delapan partai tersebut benar-benar tidka mendapatkan suara sama sekali di TPS TPS. 90 di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Apapun Partai yang mendapatkan suara  di TPS tersebut adalah
  1.          Nasdem [ 137]
  2.          PKB [7]
  3.     PKS [15]
  4.      PDI-P  [26 Suara]

Raihan suara Partai Nasdem di TPS tersebut didominasi oleh Caleg No.1 Ahmad Sahroni sebesar 112 Suara dan Caleg separtainya Mahendra Tarigan hanya dapat  1 Suara dan Yusherman  juga 1 suara. Suara partai 23 suara total  137 suara. 

Fakta ini tentu sangat mengherankan dan mengejutkan banyak pihak. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan salah satu Caleg Hanura ini. 

 “Ini temuan yang patut dicurigai, ada kejanggalan kenapa bisa kosong seperti itu, sebaiknya TPS  tersebut dibongkar kembali,  kami juga melakukan rekapitulasi intern perolehan suara Caleg dan Partai Hanura di TPS tersebut berjumlah 27 Suara. Kata Ir.Suryawita, MM [25/042014] di Hardja Center.  Suryawinata adalah Ketua Tim Pemenangan Caleg DPR RI No.2 Drs. Hardjadinata. MM. Msi Dapil DKI III [Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu].

Temuan ini tentu  menjadi benang merah atas banyaknya Caleg Dapil DKI III  baik tingkat pusat maupun daerah yang mengajukan  protes kepada Komisi Pemilihan Umum [KPU] daerah.  Terakit manipulasi dan raipnya suara di tingkat PPK dan KPUD setelah diumumkan. AbuAR