Catatan Partai Hanura, Patut dibanggakan Bangsa

Jakarta, Shnews- Hasil quick count Pileg 9 April 2014 silam menunjukkan bahwa Partai Hanura hanya mendapatkan suara berkisar 5%  dan berada di urutan nomor 10. Hasil yang mengejutkan dan meleset dari persepsi awal para kader dan pengamat politik Nasioinal.

Upaya keras dan konsisten dengan didukung media yang memiliki cakupan kontituen yang luas tidak serta merta mendongkrak suara hanuara di level 5 besar. Padahal rilis elektabilitas 5 bulan menjeleng pemilihan umum, Partai Hanura menunjukkan  hasil yang mengharumkan dan sumpringah. Melonjak sampai di level 3 besar.

Inilah politik, inilah kenyataan pahit yang harus ditelan oleh kader-kader Partai Hanura terlepas dari kinerja Bapilu [Badan Pemenangan Pemilu] 2014 Partai Hanura yang dikomandani oleh Hary Tanoesoedibyo.  Cawapres dari Partai Hanura sendiri.

Tapi ada beberapa catatan yang harus dijadikan pertimbangan bagi terwujudnya  Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] dan terutama bagi generasi muda Indonesia untuk mewujudkan negara indonesia yang adil dan sejahtera.

Bahwa  Keberanian Partai Hanura  mengusung  Capres [WIN] dan Cawapres [HT]  Patut dibanggakan  karena hanya Partai Hanura yang berani mengusung  Capres- dan Cawapres jauh-jauh hari menjelang pemilihan Presiden RI dan berani mengangkat Cawapres dari elemen tokoh muda. dengan duet WIN-HT  memangkas banyak persepsi yang awalnya  dideskriditkan menjadi diterima dan memungkinkan.

Berikut persepsi yang berhasil dibagun mengiringi duet WIN-HT
  1. Pasangan WIN-HT  dideklarasikan jauh hari adalah sesuai dengan UUD 1945 [konstitusional]; Pemilu harus konstitusiaonal
  2. Pasangan WIN-HT  menepis anggapan bahwa Capres dan Cawapres harun diisi oleh tokoh-tokoh senior saja. [HT bisa mewakili tokoh muda dan pengusaha yang sukses di Indonesia];Setiap Potensi yang unggul berhak menjadi kandidat pemimpin bangsa
  3. Pasangan WIN-HT menyatukan elemen pemimpin bangsa  [Tua-Muda] dan Pasangan WIN-HT menyatukan elemen pribumi dan keturunan. Indonesia bukan milik golongan tertentu maka sudah seharusnyanya pemimpin itu representasi dari  rakyat yang dipimpinnya.

Demokrasi di Indonesia belum final, stereotif yang menghambat jalannya demokrasi harus dipangkas tahap demi tahap untuk mewujudkan demokrasi Indonesia yang  bermartabat dan menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang hebat. Partai Hanura menjadi Promotor utama dalam memangkas hambatan-hambatan tersebut. AbuAr