GURU SDN KM 2 DAN 3 BEJI, DEPOK TERANCAM DIPECAT GARA-GARA AJUKAN GANTI RUGI PENGGUSURAN RUMAH DINAS

Depok, SHnews - Sepuluh orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) SDN Kemiri Muka 2 dan 3, Kecamatan Beji, Kota Depok, diancam dipecat dari statusnya sebagai PNS. Hal ini sebagai imbas dari pengajuan ganti rugi atas rumah dinas (rumdin) yang telah ditempati mereka karena terkena perubahan Tata Ruang, yakni pembangunan Jalan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago).

Proses pengajuan itu telah berjalan hampir enam bulan yang lalu dan saat ini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kepala Bagian Asset Pemda Depok tentang tanggal dan jumlah bayar. Namun alih-alih seluruh pengajuan mereka disetujui, malah kesepuluh orang itu merasa tidak nyaman karena mendapat ancaman pemecatan dari oknum pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Beji.

"Dasar pengajuan kami jelas, dari mulai Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden maupun Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. Semuanya sudah kami ajukan kepada pemerintah melalui kuasa hukum kami. Jika memang kami tidak berhak, sampaikan saja penolakan tetapi harus berdasarkan kepada aturan hukum yang berlaku, seperti halnya kami mengajukan hak ini berdasarkan aturan hukum yang ada dan tidak mengada-ada. Perbuatan ancam mengancam ini bukan perbuatan yang legal akan tetapi merupakan tindakan perbuatan yang tidak menyenangkan". Ungkap beberapa orang guru kepada SHnews.

Kesepuluh orang guru tersebut mendapat ancaman seiring dengan mendapatkan tekanan secara paksa untuk menandatangani surat yang berisi bahwa mereka tidak pernah mengajukan ganti rugi atas rumdin tersebut.  SHnews belum dapat mengkonfirmasikan mengenai kebenaran pengaduan ancaman ini kepada pihak UPT dan direncanakan besok, Selasa (15/04/14).
Jurnalis SHnews - Yulizar M. Iqbal