Waspadai Calon Pemimpin Bermental "Sopir Metro Mini"


SHnews, Jakarta - Pemilu Legislatif telah usai. Seluruh warga tinggal menunggu kepastian jumlah suara masing-masing partai politik (parpol) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai hasil yang akurat. Dan langkah selanjutnya setelah kepastian penetapan para anggota legislatif terpilih baik di DPR maupun DPRD adalah Pemilihan Presiden (Pilpres).

Bangsa Indonesia tentu sangat mengharapkan presiden kita nanti adalah presiden yang berkualitas, berdedikasi dan mempunyai pandangan ke depan, ingin memajukan bangsa ini sehingga dapat bersaing dengan negara lain.

Media telah memberitakan tentang siapa saja capres dan cawapres yang layak maju sesuai dengan hasil pemilu kemarin. Namun semua prediksi itu akhirnya bergantung kepada hasil penetapan masing-masing parpol dalam memilih dan menentukan capres dan cawapres yang akan maju nanti.

Bagi masyarakat tentu harus waspada dan hati-hati di dalam memilih calon pimpinannya. Sebab kesalahan memilih akan menjadi bumerang bagi bangsa Indonesia sendiri secara umum dan bagi pemilih itu sendiri secara khusus.

Oleh karenanya kehati-hatian adalah hal penting yang harus dimiliki calon pemilih. Pasalnya, semua calon pemimpin sudah dapat dipastikan menjual seluruh ide dan janji-janjinya agar semua calon pemilih tertarik untuk memilihnya. Akan tetapi tidak semua pemimpin membuktikan janji-janji yang saat kampanye dilontarkannya.

Yang perlu diwaspadai diantara berbagai karakter capres - cawapres adalah "Mental Sopir Metro Mini". Apakah yang dimaksud dengan "Mental Sopir Metro Mini" itu?

Suatu saat saya menumpang bus metro mini  nomor 62 jurusan Manggarai - Pasar Minggu. Saya duduk dengan santai ditengah berjejalnya penumpang sambil memainkan game di HP. Tapi saat asyik memainkan game tiba-tiba seluruh penumpang disuruh untuk turun padahal perjalanan baru sampai di Kalibata.

"Yang mau melanjutkan ke Pasar Minggu dioper ya...? Ujar konderktur.

Kontan seluruh penumpang bergumam, "Huuuuuu...". Rupanya mobil yang ia bawa ingin kembali lagi ke Manggarai karena diperkirakan pada jam-jam pulang kerja seperti itu pasti banyak penumpang yang sungguh sangat menguntungkan baginya. Tapi tanpa ia sadari bahwa perbuatan itu menterlantarkan penumpang sebelumnya yang sudah rela dan sabar saat di Terminal Manggarai menunggu mobil itu penuh. Dan sang sopir dan kondektur itu pun lupa bahwa ia telah berjanji bahwa metro mini itu menuju ke Pasar Minggu dan bukan hanya sampai di Kalibata saja dengan teriakan, "minggu....minggu...mingguu...".

Jika ada calon pemimpin yang bermental demikian, bagaimana menurut pendapat Anda? Silahkan berkomentar..

Jurnalis SHnews - Yulizar M. Iqbal
Foto : maskomuter.wordpress.com