Harga diri sebuah bangsa

beritash.com,- Ada sebuah fenomena menarik akhir- akhit ini' yaitu tentang keputusan pengadilan dalam perkara Narkoba ? dimana kita semua tahu bahwa bangsa ini dalam keadaan darurat Narkoba.
Hampir 40 sampai 50 orang setiap hari meninggal dunia baik dari kalangan tua maupun muda, apalagi kita semua tahu kalau narkoba mayoritas korbanya adalah generasi muda, genetasi produktif antata usia 17 tahun sampai usia 27 tahun dan lebih celaka lagi kini sudah merambah ke usia dini yaitu usia antara 8 tahun sampai usia 15 tahun meskipun masih tergolong relatif kecil
Mau jadi apa generasi bangsa ini kalau tidak dari sekarang kita mulai memberantasnya ? kita petlu dukung pemerintahan Jokowi dalam pemberantasan para gembong narkoba tanpa pandang bulu darimana asalnya para gembong perusak generasi bangsa
Jilid pertama sudah di eksekusi 5 orang dari berbagai negara diantaranya ; Nigeria, Brazil, Belanda, Malawi, Vietnam dan 1 orang dari Indonesia sendiri. Ketegasan dalam keputusan eksekusi patut diacungi jempol. Ptesiden Jokowi tidak bergeming dalam keputusan, beliau tetap menolak grasi para pemohon meski para pemimpin dunia mengecam keputusan Jokowi seperti Presiden Brazil yang memprotes keras dan menarik Dubesnya dari Indonesia bahkan beliaupun menolak Dubes Indonesia di Brazil.
Memang untuk menjadi negara yang besar dan berwibawa kita perlu membuat keputusan yang tegas bagaimana tidak?

Australia protes keras dengan keputudan pemerintah Indonesia pada eksekusi mati jilid dua, atau yang lebih populer pada kasus Bali ninenya dimana ada 2 warga Australia yang akan dieksekusi mati dilapas Nusakambangan setelah dipindahkan dari lapas Bali.
Protes Pemerintah Australia melalui Perdana mentri Tony Abbot dan demontrasi para wanita Austalia untuk membatalkan warganya dari eksekusi mati serta ungkitan Tony Abbot yang mengaitkan bantuan pemerintahnya terhadap Indonesia dalam bencana tsunami di Aceh.
Pemerintah Jokowi tidak bergeming dengan ocehan Tony Abbot bahkan siap mengembalikan bantuan dana tsunami Aceh.
Reaksi keras pun datang dari kalangan muda Indonesia yang tidak terima dengan tindak tanduk pemerintahan Australia yang mengungkit dana bantuan tsunami, khususnya para mahasiswa Aceh dan Bangsa Indonesia.
Demi sebuah harga diri bangsa ini kita siap mendukung keputusan pata pemimpin negeri ini tanpa mengurangi rasa keadilan dan terus memetangi narkoba sampai akarnya sehingga para bandar narkoba akan mikir seribu kali untuk datang ke Indonesia..mursito jp..