Majelis Pencerahan : Masyarakat Tanpa Negara

BeritaSH--Majelis Pencerahan (MAPenc) pada Sabtu (22/08) menyelenggarakan Temu Rakyat yang di selenggarakan di Sekretariat Komunitas Jakarta Utara (Komju) Jl.Muncang Lagoa Kec  Koja, Jakarta Utara.

Diskusi kerakyatan mengusung tema “Masyarakat Tanpa Negara” di ikuti oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda  Aktivis, Bawaslu LSM, Pelaku Media dll. Tampak hadir Drs. Hardjadinata, Bac, MM., M.Si yang sekaligus diberikan sesi untuk braindstorming terkait dengan kondisi kekinian politik nasional.

Dalam pandangan Hardjadinata menginggung tema diskusi yang dicreate oleh panitia “secara teoritis masyarakat tanpa negara akan mewujud sebuah masyarakat yg anarkis,masyarakat berbuat sekehendak hati tanpa ada pengawasan yg jelas oleh negara”
Hardja melanjutkan jika masyarakat tanpa negara, negeri seperti menghilang dari ruh masyarakatnya sendiri,exsetensi negara pun semakin dipertanyakan ketika dianggap tak lagi mampu untuk menjalankan tugas" dasarnya justru negara melalui pemerintah telah berubah menjadi. Alat kekuasaan tidak lagi melihat kepentingan rakyat yangg menjadi tugas dasarnya dimana negara bertanggung jawab untuk melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah. Indonesia ,mewujudkan kesejahteraan umum ,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Jika masyarakat terkesan dibiarkan tanpa arah yang jelas ,maka perlu adanya kesadaran masyarakat dalam membangun negara ini kembali kapada asas" nilai yang telah menjadi cita" pendiri bangsa kita, Bagaimana mengelola sebuah gerakan masyarakat yang sudah cenderung apatis terhadap pemerintah sehingga tidak menimbulkan gerakan yg anarkis, tapi justru menjadi sebuah gerakan masyarakat yang dapat mempengaruhi dengan nilai" kebaikan,kebenaran,kejujuran,konsistensi,dan daya tahan dalam mewujudkan negara yg berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Apek Saiman sebagai penggagas Majelis Pencerahan (MAPenc) mengajak masyarakat Jakarta Utara untuk terus kritis dan berkontribusi secara social  untuk kesejahteraan bersama. Terang Hardja
“Jika masyarakat Jakut  terus berupaya dan kritis terhadap kebijakan-kebijakan negara dan gerakan ini bisa teruus berjalan maka secara alamai masyarakat akan mulai menyadari hak politiknya dan cita cita keberadilan social akan menjadi nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Majelis Pencerahan (MAPenc) mengundang kembali masyarakat Jakut untuk menghadiri Temu Rakyat Mingguan, pada Sabtu 29 Agustus 2015,  Pukul: 21:00 di Sekertariat KOM-JU. Untuk temu Rakyat Sabtu malam medatang akan mengusung Tema ''Sisi Gelap Negara Kertas''. (er).