Refleksi Harlah IPNU yang ke-62 dan Konferensi Wilayah IPNU DKI Jakarta ke 19



“Dengan kaderisasi, kita bangun kapasitas pelajar dalam Capacity Building on Leadership”

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU adalah organisasi pelajar yang hadir sebagai organisasi dengan dua dimensi, yaitu dimensi sebagai organisasi kader NU, dan dimensi organ gerakan pelajar. Sejak kelahirannya pada tanggal 24 Pebruari 1954 yang lalu, ia telah mengemban amanat sebagai badan otonom NU di garda terdepan dalam hal kaderisasi pada segmen pelajar dan santri. Di samping itu, kehadiran IPNU di dalam tubuh NU sebagai penggerak bagi pelajar dan santri agar tetap kritis dan sadar terhadap berbagai macam persoalan yang dihadapi serta dituntut untuk melakukan berbagai macam upaya dalam mengadvokasi pelajar di segala bidang.

Segmentasi pelajar dan santri dipilih bukan tanpa alasan yang jelas. Hampir bisa dipastikan, semua elemen orang sepakat bahwa pelajar merupakan tumpuan yang kokoh bagi bangsa dan Negara. Karena mereka merupakan elemen dari beberapa komponen penting dalam setiap perubahan. Meminjam istilah motivator, bahwa peran pelajar dalam Agent of Change atau agen perubahan bukanlah isapan jempol belaka. Bila dikaitkan dengan sejarah perjuangan pra dan pasca kemerdekaan Negara kita, maka pelajar, pemuda, dan santri selalu berada di garda terdepan.

Salah satu contoh misalnya bagaimana revolusi dan reformasi di Indonesia bergulir? Kesemuanya tidak lepas dari peran pelajar dan kaum terpelajar. Kita tentu tidak ingin semangat dan gelora pelajar sebagai agen perubahan berhenti begitu saja. Oleh karena itu, agar peran yang dimainkannya teruss berkesinambungan, maka sudah barang tentu pelajar saat ini harus diorganisir. Untuk itu, dalam kaitannya dengan organisasi pelajar, di samping dibutuhkan pengorganisasian pelajar, yang lebih penting lagi adalah pembangunan kapasitas pelajar dalam kepemimpinan atau Capacity Building on Leadership.

Untuk mewujudkan itu semua, maka agenda kaderisasi dalam tubuh IPNU menjadi starting point pada setiap program kerja yang dicanangkan. IPNU dituntut untuk dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya tangguh secara intelektual semata, lebih dari itu ketangguhan dalam aspek karakter dan akhlak yang ditopang oleh keterampilan dalam berorganisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi dan misi IPNU itu sendiri. Dengan kata lain, kaderisasi IPNU adalah upaya untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang tinggi dan memiliki sifat militansi serta berkarakter kritis terhadap berbagai persoalan dan perkembangan sosial yang dihadapi.

Dengan kaderisasi inilah maka proses meritokrasi atau sistem organisasi di mana janji yang dibuat dan tanggung jawab yang ditugaskan untuk individu berdasarkan kecerdasan dan kemampuan akan terwujud, sehingga pada akhirnya kader organisasi yang muncul benar-benar berkualitas karena mengikuti prosedur kaderisasi yang ditetapkan dan memahami kebutuhan kader dan organisasi yang baik. Dengan demikian, kebutuhan akan kaderisasi semacam ini semakin mendesak, mengingat saat ini kita dihadapkan pada problematika yang sangat kompleks, khususnya yang menyangkut masalah pelajar.

Akhirnya, di usia IPNU yang semakin dewasa untuk ukuran sebuah organisasi, yakni yang ke 62 ini dan juga bertepatan dengan Konferensi Wilayah IPNU DKI Jakarta yang ke 19, kami berharap kesadaran para pemuda untuk terus  belajar, berjuang, dan bertakwa guna menyiapkan peran di hari depan yang lebih baik, sehingga penguatan kaderisasi berbasis ideologi ahlusunnah wal jamaah menjadi ruh gerakan dan keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Selamat hari lahir IPNU yang ke-62 dan Konferensi Wilayah IPNU DKI ke 19. Salam Belajar, Berjuang, dan Bertakwa.

Rembang, 23 Pebruari 2016

Mohammad Khoiron
@MohKhoiron