Sejarah Imlek di Nusantara

Jakarta, beritash.com- Imlek atau yang dikenal dengan Tahun Baru China merupakan perayaan tahunan yang kita rasakan pasca tumbangnya Orde Baru. Imlek sebagai salah satu budaya China layak untuk kita apresiasi, terutama oleh muslim Indonesia. Alasannya sederhana, karena dalam dalam sejarah masuknya Islam di Indonesia, teori China yang dipaparkan oleh H.J. de Graaf dalam buku Catatan Tahunan Melayu memperlihatkan peran orang China dalam Islamisasi di Indonesia.

Menurut H.J. de Graaf dalam temuan penilitiannya, tokoh-tokoh besar semisal Sunan Ampel atau Bong Swi Ho dan Raden Fatah atau Jin Bun merupakan keturunan China. Paparan H.J. de Graaf soal Teori China ini mendapat dukungan penuh dari Sejarawan Indonesia, yaitu Prof. Dr. Slamet Muljana. Dalam bukunya yang berjudul "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" ia banyak mengurai peran orang China, terutama dalam pendirian kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Salah satu bukti arkeologis yang paling mencolok adalah Masjid Laksamana Cheng Ho di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, Denys Lombar dalam bukunya "Nusa Jawa: Silang Budaya" juga mengurai besarnya pengaruh budaya China dalam aspek kehidupan Bangsa Indonesia seperti makanan, bahasa, dan seni. Tidak hanya itu, Gus Dur pun dalam salah satu statemen menyatakan bahwa beliau masih keturunan orang China. Jadi ada keterkaitan yang sangat erat antara Islam di Indonesia dengan masyarakat China. Selamat Tahun Baru Imlek untuk saudara-saudara orang-orang China. Kita jaga kerukunan sebagai manifesto kesatuan bangsa Indonesia. (M.Khoiron)