JIC Dipetisi Karena Memakzulkan Kyai



BeritaSH.com—Jakarta (17/04) Entah sedang ada apa di Jakarta Islamic Centre  sehingga mengeluarkan surat pemakzulan empat ulama besar Jakarta Utara yang berperan aktif di islamic. Surat yang bernomer 067/-074.22 tertanggal 12/04/216  mengenai Penataan Penceramah Masjid Raya JIC secara implisit memakzulan empat ulama besar Jakarta Utara .

Keempat ulama tersebut adalah, Drs. H. Ali Mahfudz (Ketua PCNU Jakarta Utara), DRS. KH. Wahid Hasyim, MA, KH. Mastur Anwar, Drs. Jahari, MA, KH Ibnu Abidin, LC (Ketua MUI Jakarta Utara),  keempat ulama tersebut pertanggal 12/04/216   tidak diterima Lgi berceramah di Jakarta Islamic Centre.  Setelah dikonfirmasi, pihak JIC mengiyakan adanya surat tersebut.

Bagi masyarakat muslim Jakarta Utara dengan tersebarnya surat tersebut di medsos tentu sangat terkejut dan marah. Surat itu jelas melukai hati umat islam Jakarta Utara terutama warga NU.

Kebijakan yang dikeluarkan Kepala PPPIJ KH. Ahmad Sodri kali ini menuai protes keras, terbukti dengan munculnya Petisi Kembalikan JIC Kepada Fungsinya. #NopolitisasiIslam.  Petisi yang dibuat oleh Masten AR pada jumat (15/04)  baru mendapatan 19 pendukung pertanggal (17/04).

Saat dihubungi BeritaSH.com Masten mengatakan “keberadan Islamic Centre tentu membanggakan bagi orang utara dan muslim Indonesia. Namun jika kebijakan yang dikeluarkan kontraproduktif terutama bagi orang utara apa manfaatnya (keberadaan Islamic).

Masten menambahkan “ saya bikin petisi ini berharap KH. Ahmad Sodri sebagai orang nomor satu di JIC bisa lebih wise dan akomodatif lah”.

Setelah dikonfirmasi BeritaSH.com melalui pesan whatapps Wakil Kepala PPIJ K.H. Khudri Hasbullah mengatakan “karena banyaknya ulama dan intelektual-intelektual yang ingin  bergabung (PPIJ) maka diakomodir, maka diadakan "penataan jadwal " dampaknya  terbitlah Surat Ka .BM PPPIJ-JIC . Kepada teman-temen agar tabayun dan  memahami dengan pikiran jernih dan hati bening”. AbuAR.