Pihak Jakarta Islamic Center Mengancam Gugat Pembuat Petisi “Kembalikan JIC Kepada Fungsinya. #NopolitisasiIslam



Beritash.com- Petisi “Kembalikan JIC KepadaFungsinya. #NopolitisasiIslam” di laman change.org   ternyata menarik perhatian pihak Badan Pengelola Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre-JIC).

Pada Minggu malam (17/04) Masten pembuat petisi menerima pesan WA dari Wakil PPPIJ-JIC KH Hudrin. Dalam pesannya Hudrin Hasbullah meminta untuk mencabut petisi “Kembalikan JIC Kepada Fungsinya. #NopolitisasiIslam” jika tidak JIC akan menuntut balik. Karena menurut Hudrin ada bahasa yang bisa dituntut balik.

Petisi yang dibuat oleh Masten AR pada Jumat (15/04)  ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta,  Walikota Daerah Administrasi Jakarta Utara. Berisi pernyataan untuk memecat Kepala PPPIJ-JIC Drs. Ahmad Sodri.

Dalam petisinya Masten AR mensayangkan adanya edaran surat pemakzulan 5 ulama Jakarta Utara yang mengisi kegiatan ceramah keagamaan di Masjid Jakarta Islamic Centre dengan alasan sedang dilakukan penataan penjadwalan. Tentu adanya surat tersebut melukai hati umat islam di Jakarta Utara.

Masten menilai pemakzullan peran beberapa ulama Jakarta Utara yang ikut berkontribusi di Masjid Raya Jakarta Islamic Center adalah bentuk tamparan Drs. KH. A. Shodri HM  sebagai kepala PPPIJ-JIC kepada tokoh ulama Jakarta Utara dan bentuk pengkebirian aspirasi religi masyarakat Jakarta Utara yang diwakili oleh ulamanya.

Dia menilai Drs. KH. A. Shodri HM sudah tidak pantas lagi menjabat sebagai kepala jakarta islamic centre karena dengan sengaja melakukan pembiaran upaya pembenturan antara Badan Manajemen Pengelola Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (JIC) dengan Masyarakat Jakarta Utara dan Ulamanya. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita besar keberadaan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta.AbuAR