UberJEK Hadir Berani Tampil Beda Saingi Ojek Online lain

Beritash.com, (15/05/16). Sejak masa masih kuliah dulu, setiap anggota IABIE selalu diberikan pembekalan bahwa, “inovasi teknologi takkan sempurna, sebelum bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.”

Kata-kata mutiara inilah yang mencambuk beberapa anggota IABIE dari berbagai disiplin ilmu, yang ditimba dari berbagai universitas terkenal di Eropa, Jepang, dan Amerika, untuk kemudian membentuk sebuah unit usaha berbasis IT (Information Technology), yang bertujuan untuk Membuka ribuan lapangan pekerjaan, memberikan solusi (khususnya di bidang transportasi) kepada jutaan rakyat Indonesia dan meningkatkan kemampuan rakyat Indonesia dalam penggunaan teknologi, dengan membudayakan penggunaan teknologi seluler terbaru, membaca peta, dan lainnya.

Pemikiran tersebut, akhirnya, melahirkan sebuah unit usaha UberJEK, yaitu “ojek dan taksi online berbasis aplikasi Android”. Walaupun belum resmi mengaspal, UberJEK telah mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat, dimana 2.200 calon rider sudah terdaftar. Setelah resmi mengaspal nanti tanggal 16 Mei 2016, dan tentu saja akan semakin banyak yang bergabung.

Dan yang lebih membanggakan lagi adalah, UberJEK ternyata menyedot perhatian media massa internasional. Kurang lebih ada 100 (seratus) media massa internasional yang telah meliput UberJEK. CATATAN: daftar media internasional ada di lampiran 1.

Dengan semangat “kecintaan pada NKRI” yang begitu tinggi, maka UberJEK pun menggalang sebuah kampanye GMKOSBI (Gerakan Menjadikan Kata Ojek Sebagai Bahasa Internasional). Tahap awal dari kampanye ini adalah usaha untuk memasukkan kata “ojek” menjadi salah satu kosa kata dalam Oxford Dictionary. Pada akhirnya, dengan adanya gerakan ini, maka nama dan bahasa Indonesia akan semakin terkenal di dunia internasional, dan merupakan kebanggaan bagi rakyatnya. Sebagaimana kebanggaan rakyat di jazirah Arab yang mengetahui bahwa kata “algorithm” ternyata berasal dari nama seorang ilmuwan Arab bernama “Al Khawarizmi”

Mengingat anggota IABIE selalu dididik untuk bisa melakukan “inovasi”, maka ketika mengelola UberJEK pun dilakukan sebuah INOVASI BISNIS yang dinamakan “share-sharing” yang merupakan konsep original, karena baru kali ini ada perusahaan di dunia menerapkan konsep bisnis ini. Dan yang membanggakan adalah: konsep bisnis ini dilahirkan oleh anggota IABIE yang notabene putra-putri negara Indonesia.

Apabila konsep “ride-sharing” merupakan pemakaian bersama sebuah alat transportasi, sehingga saling menguntungkan antara pemilik kendaraan dengan penumpangnya, maka “share-sharing” adalah pembagian bersama saham perusahaan antara pemegang saham, mitra (rider dan driver), dan penumpang. Rencananya, 30% saham PT. UberJEK nantinya akan diberikan kepada mitra dan penumpang, dengan rincian: 5% untuk rider, 5% untuk driver dan 20% untuk penumpang.

Ide yang mendasari lahirnya konsep SHARE-SHARING karena selama ini startup company selalu didirikan sebagai “perusahaan kapitalis” dengan tujuannya 100% untuk membuat pemiliknya kaya dari penjualan saham. Perusahaan seperti ini, kami anggap terlalu egois, karena melupakan peran stakeholders lain. Sedangkan UberJEK dengan konsep share-sharing, bisa dikatakan sebagai “perusahaan shodaqoh”, dimana didirikan untuk dijual demi mendapatkan dana segar yang bisa dibagikan kepada masyarakat. 

Mengingat konsep baru ini akan membuat masyarakat “berperan aktif” dalam membesarkan UberJEK, maka kami yakin UberJEK di tahun 2018 sudah menjadi “perusahaan kelas unicorn” (dimana valuasi-nya USD 1 billion atau Rp. 15 trilyun dengan kurs tahun tersebut). Dengan nilai tersebut, maka 30% saham akan kami jual untuk diberikan, dengan rincian: 50.000 unit motor Yamaha Mio untuk rider, 50.000 DP (Down Payment) mobil baru untuk driver dan 7.000.000 unit handphone Android. []