Pangarmabar Gelar Konfrensi Pers Terkait Penankapan Kapal China

Jakarta 21, Juni- Panglima komando Armada RI Kawasan Barat (pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufik R, menggelar konfrensi pers terkait penangkapan kapal ikan berbendara china yang melakukan illegal Fishing di zone ekonomi Eksklusif indonesia (ZEE) perairan Natuna, bertempat di aula Yos sudarso Markas Komando Koarmabar ,Jalan Gunung Sahari Raya No. 67 Jakarta pusat.
Kesempatan tersebut Pangarmabar Laksamana Muda TNI A. Taufik R. Menjelaskan tentang kronogis penangkapan kapal ikan china yang melakukan kegiatan illegal Fishing di wilayah Zone ekonomi Ekscklusif Indonesia (ZEEI) kapal tersebut di periksa oleh KRI imam-Bonjol- 383 yang tengah melaksanakan tugas patroli keamanan laut di sekitar laut natuna.
Proses penankapan tersebut menurut pangarmabar semata-mata untuk memberikan pengetahuan bahwa koarmabar secara tegas menindak kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah yurisdiksi Indonesia. Kehadiran unsur-unsur KRI koarmabar di perairan tersebut semata-mata mengamankan kedaulatan dan menunjukan bahwa wilayah tersebut merupakan  wilayah NKRI. Bertujuan untuk untuk menegakkan hukum di laut. Penangkapan kapal ikan china tersebut dalam penegakkan hukum,karena itu proses pemeriksaannya harus di lakukan di Pangkalan Ankatan Laut.
Sebelumnya KRI Imam Bonjol-383, yang merupakan unsur kapal perang TNI Ankatan Laut yang berada di bawah jajaran Koarmabar, menerima laporan dari intai udara Maritim tetanga adalah 12 kapal ikan asing melakukan aksi pencurian ikan (Illegal Fhising) wilayah laut Natuna yang merupakan yuridiski nasional. Berdasarkan informasi tersebut KRI Imam Bonjol -383 segera bergerak menuju lokasi dan menemukan kontak 12 kapal Ikan Asing pada posisi 06'48'00" U- 109'05'70" T, Selanjutnya melakukan pengejaran.
Saat di dekati kapal ikan asing yang telah di beri isyarat menggunakan komunikasi radio, bendera dan pengeras suara namun tetap melakukan manuvra bermaksud melarikan diri dari kejaran KRI Imam Bonjol- 363, Selanjutnya tembakan peringatan ke udara. Akhirnya setelah beberapa kali di lakukan tembakan peringatan salah satu dari 12 kapal dari ikan asing yang melarika dapat di hentikan.
Setelah berhasil di hentikan dan di laksanakan pemeriksaan dengan menurunkan tim Visit Board Search and seizure (VBSS), di ketahui kapal asing china yg bernomor lambung 19038 tersebut, diawaki 6 pria dan 1 wanita yang di duga berkewarganegaraan China.
Hasil proses pemeriksaan sementara kapal ikan tersebut di duga melakukan penangkapan ikan di wilayah yurisdiksi indonesia tanpa di lakukan dokumen yang sah menurut hukum. Berdasarkan temuan tersebut kapal dan semua ABK dan muatan ikan campuran sebanyak 2 ton di tarik menuju Pangkalan Angkatan Laut Ranai guna proses pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Turut mendampingi Pangarmabar pada kesempatan tersebut Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada  RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana pertama TNI T.S.N.B. Hutabarar, M.M.S.(andi emy)