Paparan Publik PT Indonesia Prima Property Tbk

Pertumbuhan perekonomian Indonesia di tahun 2015 sebesar 4.79% menunjukan perlambatan dibandinkan tahun sebelumnya sebesar 5%. Kurs mata uang rupiah terhadap US $ yang terus melemah menjadi Rp 13.795 pada akhir tahun 2015 mulai memberikan dampak negatif terhadap perkembangan usaha.
Daya beli masyarakat semakin rendah sejalan dengan menurunya pertumbuhan ekonomi berdampak terhadap beberapa sektor properti yang di miliki perseroan. Kenaikan mata uang asing juga mengakibatkan harga barang semakin tinggi yang berimbas pada kenaikan beban oprasional perusahaan
Properti yang di miliki perusahaan ini sudah berusaha cukup tua karena itu renovasi bangunan dan fasilitas terus dilakukan perusahaan
Dalam ranka meningkatkan kenyamanan pelanggan. Program efisiensi di seluruh aspek oprasional dan manajemen di lakukan secara berkesinambungan setiap tahunnya. Pelatihan ketrampilan dan penetahuan di berikan agar sumber Daya manusia perusahaan menjadi semakin propesional.
Manajemen dalam menjalankan usahanya selalu memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat antara lain melakukan reboisasi kawasan hutan di pasuruan jawa timur, donor darah untuk PMI, bakti sosial di yayasan Hairunisa serta memberikan bantuan ke panti anak yatim.
Perusahaan mencatat pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 262 miliar serta rugi komprehensif sebesar Rp 28,8 miliar serta rugi komprehensif sebesar Rp 20,8 miliar. Kerugian di tahun 2015 sebagian di sebabkan penurunan pendapatan di sektor perbotelan yang di akibatkan adanya perubahan kebijakan pemerintah.