Wanita Tani (Wantan) HKTI adakan Seminar dan Bazar Murah

Sejumlah ibu sedang menjaga bazar bahan pangan murah 
Beritash.com, Jakarta. Diversifikasi pangan di Indonesia sudah membawa perubahan yang signifikan kearah yang positif. Dahulu bangsa Indonesia mengenal karbohidrat hanya bersumber dari nasi. Tapi saat ini, anak-anak Indonesia sudah bergeser. Mereka mengenal aneka jenis karbohidrat lain seperti roti, mie, pasta, kentang.

"Itu adalah diversifikasi pangan dari beras bergeser kepada non beras. Tetapi arahnya kurang cocok. Kalau lidah kita bisa diversifikasi kearah sumber karbohidrat lain, terigu contohnya, bisa menjadi mie, tetapi terigunya sendiri, kita tidak bisa memproduksi secara mandiri, dan berkompetisi dengan negara-negara yang memiliki empat musim," jelas Dr lr.M.Jafar Hafsah (Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia).

Wacana ini menggulir dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh wanita tani Indonesia yang mengangkat tema " Melalui Krida Pertanian Tingkatkan Sosialisasi Kebangsaan dan Penganekaragaman Pangan ". Di Jakarta pada Kamis (23/06).

Lebih lanjut, menurut Jafar Hafsah Diversifikasi yang terjadi sudah benar, namun arahnya salah karena dapat mengancam kemandirian pangan dimasa depan. Karena sebagai negara tropis, Indonesia tidak bisa berkompetisi dengan negara-negara penghasil gandum yang memiliki 4 musim.

"Begitu juga dengan protein, jangan hanya melulu mengandalkan daging sapi. Yang selama ini selalu digonjang-ganjing dengan harganya yang dipermainkan oleh pasar. Kita bisa diversifikasi kepada Ayam, ikan, bahkan Belalang, seperti di Negara-negara maju seperti Amerika," jelasnya.

Dalam rangka memperingati Hari Krida Ke-44,Wanita Tani ( Wantan ) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia mengadakan Seminar, Dialog, dan Bazar. pada hari kamis (23/06) berlokasi di Balai Rakyat Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ony Jafar Ketua Umum Wanita Tani Indonesia mengatakan, Hari Krida Pertanian merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh insan pertanian, khususnya petani, pekebun, dan peternak diseluruh negeri.

Ony menuturkan dengan adanya rangkaian kegiatan ini diharapkan, akan medorong semangat petani untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional demi kedaulatan pangan. Lebih lanjut Ony menambahkan. sektor pertanian dimasa kini dan mendatang, diharapkan tetap mampu berperan sebagai penggerak perekonomian nasional.

Oleh karena itu, Ony memaparkan Wanita Tani HKTI merasa perlu memberi penghargaan salah satunya dengan memberikan masukan untuk ketahanan pangan lndonesia melalui seminar dengan menghadirkan pembicara adalah : It H.E.Hennan Khaeron ,Msi (Wakil Ketua Komisi 1V DPR RI). Dr lr.M.Jafar Hafsah (Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia), Dr Yayuk Akademisi lPB), Ony Jafar Hafsah,SE (Ketua Umum Wanita Tani HKTI) dan Ketua Badan Pangan Kementan R1.

Hal ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pilar-pilar kebangsaan yang nantinya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat terutama pada sektor pertanian.

Ony menjelaskan, peringatan Hari Krida Pertanian akan diikuti 300 orang yang terdiri dari Pengurus DPP Wanita Tani HKTI, DPD Wanita Tani HKTI, Tokoh Masyarakat,Dosen, Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat.

Dengan kegiatan ini, Ony berharap bahwa masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai apa yang telah dilakukan para petani, pekebun, dan peternak diseluruh negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Dengan kegiatan ini diharapakan dapat meningkatkan taraf hidup petani agar lebih sejahtera kedepannya," tegasnya.

Sementara Seminar berlangsung, masyarakat sekitar juga dapat mengunjungi Bazar Murah yang menampilkan bahan pangan berupa daging sapi, ayam, sembako murah, bahan pangan olahan, baju muslim, asesoris dan segala keperluan Idul Fitri. Semua ini untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyiapkan Idul Fitri mendatang dengan harga yang relatif lebih murah. (aka)