Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Bagi 169 Negara untuk Berkunjung ke Indonesia

Jakarta,14 Juli 2016,13 Bulan sudah
Sejak President Joko Widodo di era
Pemerintahaanya menerbitkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang diawali dengan pemberian kebijakan bagi 45 negara melalui peeaturan Presiden Nomor 69 Tahun
2015 sejak 10 juni 2015. Selang 100 hari kemudian,tepatnya tanggal 18 september 2015,peraturan President
Nomor 104 Tahun 2015 diterbitkan dan jumlah negara yang mendapat
Fasilitas bebas visa kunjungan di berikan kepada 169 negara berdasar
Kan Peraturan President Nomor 21
Tahun 2016 yang ditandatangani
President Joko Widodo 02 Maret 2016.Berdasarkan tinjauan dari asas
Resiprokasi dan non resiprokasi,di
Ketemukan bahwa 15 negara resiprokal memiliki jumlah kedatangan bahkan hingga saat ini masih terdapat 10 negara dengan jumlah kedatangan 10%.
Data yang di miliki Direktoral Jenderal Imigrasi sampai dengan bulan juni 2016 dari 135 kasus projustitia yang ditangani oleh Direktroral Jenderal Imigrasi bersama dengan seluruh unit Pelayanan Teknis di Indonesia,terdapat 3 (tiga) orang warga Negara Asing dengan mengg
Unakan izin tinggal bebas visa kunjungan BVK yang melakukan tindak Pidana Keimigrasian,dimana
Sebelumnya pada tahun 2015 juga terdapat 5(lima) orang warga negara
Asing.Sedangkan dari data Tindakan
Administratif Keimigrasian perjuni
Tahun 2016 sebanyak 4715 kasus,
Dari jumlah tersebut pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing yang menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan sebanyak 117
Orang.