Seminar Nasional "Nuklir Ramah Lingkungan Dalam Pembangunan Nasional" Kaukus Muda Indonedia (KMI)

Jakarta,27 Juli 2016 Hotel Le Meridien- Pembangunan,pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjang pembangunan nasioanal suatu bangsa sudah menjadi kebutuhan dan kelaziman di abad modern saat ini. Teknologi nuklir kini tidak hanya sebatas untuk membangun reaktor nuklir yang menghasilkan senjata pemusnah massal bagi keperluan perang semata. Teknologi yang bekerja dengan reaksi inti atom ini juga banyak dipergunakan pada pembangunan energi listrik.
Memang ada dampak negatif yang perlu di cegah dari pengembangan teknologi nuklir ini, diantaranya masalah biaya pembuangan sampah nuklir yang sangat mahal. Kedua ;PLTN yang tidak terpakai tidak bisa begitu saja di tinggalkan,sementara untuk melakukan decomissioning guna mencegah terpaparnya linkungan di sekitar dari sampah dari radioaktif akan memakan waktu lama dan biaya besar. Ketiga; kecelakaan nuklir dapat menyebarkan partikel radioaktif kelingkungan yang dapat merusak sel- sel tubuh yang dapat menyebabkan penyakit dan kematian.
Namun indonesia mempunyai pengalaman dan pengembangan energi nuklir sejak tahun 1962, sehingga dampak negatif dari reaktor nuklir tentunya dapat dicegah, Presiden soekarno sudah mengembangkan energi nuklir dengan membangun dua reaktor nuklir di Yogyakarta dan Bandung. Lalu presiden soeharto di bangun lagi  reaktor nuklir di Serpong Banten. Sehingga sampai saat ini, Indonesia mempunyai tiga reaktor nuklir yang masih berjalan dengan baik. Bahkan Indonesia juga mampu mengelola limbah yang di hasilkan reaktor nuklir, sehingga tidak mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan.