Sengketa Pemilukada di Kabupaten Muna Sulawei Tenggara

Empat aspek infut yg terjadi peningkatan yang tidak di espoxe setelah di lepas menjadi 150 triliun APDB,segi Prosesnya paling menyolok naik jadi ada hal beberapa misalnya ada utang dari tahun ke 3(tiga) koordinasi dengan KPK.Laporan pelaksaan Pemerintah menjadi rangking satu di kabupaten muna sulawesi tenggara.Angkat kemiskinan turun 5 tahun, Perrumbuhan ekonomi sulawesi tenggara menjadi meningkat dari 6% menjadi pengangguran menurun adalah Desa yang tertinggal kita keluar dari status desa tertinggal. Utang 98 milyard terlunasi selama menjadi bupati di kabupaten muna.Kabupaten muna di kenal dengan hasil kayu,jambu menteng dan jagung.Jati ini dari 30 hektar sudah habis sisanya untuk 100 batang sudah habis.3 batang masih di pertahankan untuk tidak punah pohon jati tersebut Pakar muna barat adalah kecamatan pesisir dan kepulauan.Tahun 2013 di berikan penghargaan dari pemerintah untuk kelanjutan ke depan kota kabupaten muna sulawesi tenggara.Kita mau pilkada bukan untuk berkelahi. Pilkada untuk daerah merah adalah daerah muna.Pilkada yang sesuai dengan hasil suara 33% suara yang terkumpul dari Perbedaan suara dari pilkada. 10 desemeber ada yang melaporkan kalau di pos lain yang tidak jaga kotak suara. Jalan lurus saja kemenengan 33% suara ini sangat murni. Keputusan dari pengadilan mengatakan ada unsur kecurangan.Desa maroto yang pada akhirnya tidak ada kesalahan adalah ganti kps sendiri.Dengan adaanya ini dalam rangka terjadi loncatan selisih yang luar biasa. Calon Bupati Dr.Laode Muhammad Baharuddin M.Kes H.La Pili.SPd Calon Wakil Bupati dan Bapak Dr.Abdul Rahman,SH.MH. selaku pengacara dan Bapak Laode Maliki dari koalisi Masyarakat Muna.(linda/andi)