Penjelasan Lion Air Mengenai Asosiasi Pilot Lion Air

Jakarta, 03-08-2016, Pada tanggal 10 Mai 2016,telah terjadi tindakan Sabotase atau perbuatan malpraktek Yang dilakukan oleh Belasan oknum penerbang dengan tidak mau menerbang Kan pesawat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan juga melakukan penghasutan kepada pilot lain Yang sedang dan akan bertugas pada saat itu sehingga mengakibatkan beberapa penerbangan Lion Air Delay yang cukup panjang dan Menimbulkan keresahan dan kerugian bagi ribuan penumpan Serta kerugian materiil yang sangat besar bagi perusahaan Dan beban moril yang sangat Berat bagi karyawan yang bertugas pada saat itu. Oknum Pilot tersebut adalah pilot yang bermasalah,kurang baik dalam pembinaan sering Membantah pimpinan,tidak menjalan kan jadwal dan pada Saat ini mereka sedang menjalani pembinaan. Lion Air tidak memiliki asosiasi Pilot dan yang mengatasnama kan asosiasi pilot Lion Air maka itu adalah pemalsuan dan penipuan.Menurut hemat kami pada umumnya organisasi didirikan dengan tujuan yang baik atau mendukung perusahaan untuk perbaikan bukan untuk merusak atau menghancurkan Perusahaan"ujar Edward Sirait. Ikatan kerja pilot berupa kontrak kerja profesional dengan segala hal telah disepakati bersama.Pada saat Terjadinya sabotase atau malpraktek para oknum pilot ini Telah melanggar isi dari kesepakatan kerja yang telah di Tandatangani dan pelanggaran Tersebut termasuk pelanggaran kategori berat. Para pilot yang tidak menjalan Kan tugas terbang sesuai jadwal dan melakukan penghasutan kepada pilot lainya yang sedang bertugas Serta mempublikasikan hal-hal Yang terkait dengan perusahaan dan bukan bagian Dari tugasnya merupakan pelanggaran peraturan perusahaan dengan kategori berat.Oleh sebab itu kami telah Memutus kontrak kerja dengan Oknum-oknum penerbang tersebut dan mereka sudah bukan pegawai Lion Air. "Demi adanya kepastian hukum Kami telah melaporkan perbuatan para oknum-oknum Penerbang tersebut ke kepolisian untuk dilakukannya Penyelidikan atas kejadian tersebut dan saat ini proses hukum sedang berjalan. Kepastian hukum ini kami butuhkan untuk kepentingan para investor dan mitra kerja Kami" tutup Edward Sirait. (Andi emi)