Penjelasan PT.Newmont NTT dan KSPI Akan Menyampaikan Penjelasan Kondisi PT.Newmont

PSN-SPN PT NNT PT.Newmont Nusa Tenggara (NTT) Dan KSPI Akan Menyampaikan Penjelalasan Kondisi PT.Newmont Nusa Tenggara. 2 Desember 1986,PT Newmont Nusa Tenggara,(NNT) menandatangani kontrak dengan pemeritah Indoneisia.Kontrak Karya NNT meliput area seluas 88.000 Hektare di pulau sumbawa,Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini kepemilikan saham adalah 56% dimiliki oleh Nusa Tenggara patnership,24% dimiliki oleh PT.Multi Daerah Bersaing 17,8%, dimiliki oleh PT.Pukuafu Indah dan sisanya 2,2% dimiliki oleh PT.Masbaga. Pada tahun 2000,harga asset PT.NNT US$ 1,9 M,pada tahun 2009 tepatnya saat di inventasi 24% total asset sebesar US$ 3,52 M. Pada tanggal 30 juni 2016,keputusan yang tidak terduga dimana tiba-tiba menjual sahamnya ke pihak swasta tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pemerintah pusat,pemerintah Daerah maupun BUMN.Memorandum president Direktur PT.NNT disampaikan Informasi kepada pekerja bahwa telah tercapai kesepakatan pengalihan saham Dengan PT.AMI,pemegang saham (AP Investement dan Medco Energi)Bahwa kemudian,Informasi berkembang total saham yang dijual adalah sebesar 82,2% dengan nilai US$ 2,6 M ini berarti total 100% sahamnya adalah sekitar US$3,2M.penjelasan langkah-langkah perjuangan buruh dalam kenaikan UMP 2017,dan penjelasan posisi kaum buruh dalamPilgub DKI Jakarta dan Pilkada Bekasi,itulah yang di sampaikan President KSPI Said Iqbal. Oleh karena itu,apresiasi yang harusnya bernilai bagi pekerja Yang telah membantu perusahaan,mulai dari masa eksplorasi sampai produksi,dirasakan tidak setimpal,entah formula darimana apakah dari pemegang saham lansung atau dari siapa?apakah dari pemegang saham langsun atau Perusahaan yang di rahasiakan oleh pekerja. Gelombang protes yang sangat keras datang khususnya dari pimpinannya serikat pekerja SPN PT.NNT disamping dari ribuan pekerja perusahaan yang total pekerja sebanyak 3588 orang,PSP SPN dan PT.NNT,bahkan telah mengirimkan surat Secara terbuka kepada perusahaan jauh-jauh hari sebelum kabar kesepakatan pengalihan saham.(andi Emi)