Sinema pada Masa Soekarno oleh Tanete Pong Masak

Sinema Pada Masa Soekarno Jakarta,12 Agustus 2016, Mengenai Tanete Pong Masak Beliau lahir di tahun 1953 di Tana Toraja,Sulawesi Selatan Pada usia 7 Tahun,ketika pertama kali nonton film layar Tancap yang dibawa oleh tentara dari pusat,dia langsun jatuh cinta pada medium ini. Di tengah kuburan Makale film yang di tonton adalah si pintjang(1952) karya Kotot Soekardi.Pada malam itu tanete pun berjanji akan menjadikan sinema sebagai Tujuan penitian dalam hidupnya,kemudian ia belajar di Fakultas Sastra Jurusan Sastra Inggris,Universitas Hasanuddin (1973-1976)ia lantas di anugerahi beasiswa dari pemerintah Prancis(1976-1980 Untuk belajar lingustik terapan Dan budaya perancis di Universitas de Franche-Comte Besancon perancis. Setelah menyelesaikan jenjang S1 dia mengambil DEA(S2), Kemudian doktor di bidang sejarah sosial dan sinema di Ecole des Hautes en Sciences Sociates paris(1980-1989) Dia menjadi dosen Bahasa Indonesia di INACO Universitas Paris selama 4 tahun(1985-1989)Pada 2006 Ia menjadi ketua Dewan juri layar lebar PPFI,sekarang ia mengajar sebagai dosen tetap Ilmu Sosial dan sinema Communication School,di Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.Penulis Tanete pong masak akan hadir sebagai nara sumber,di dampingi Seno Gumira Ajidarma(Sastrawan dan kritikus Film) sebagai penanggap akan dimoderator Kan oleh hikmat Darmawan (Ketua Komite Film DKJ dan Kritikus Film) Sebagai bagian dari rangkaian Acara diskusi ini,komite film DKJ juga menayangkan film yang berkaitan dengan masa soekarno,film ini diputar menggambarkan karakter pejuang pada kurung waktu 1945-1966.baik dalam kontes Saat dia berjuang dalam pertempuran peran dan saat Dia berjuang dalam pertempuran pascaperang dalam masyarakatnya sendiri. Pemutaran ini akan diselenggarakan pada 3-18 agustus 2016.Film-film tersebut adalah darah dan doa (1950)Enam djam di jogya (1951),Embun(1951),lewat djam malam (1954) pedjuang (1960),pagar kawat berduri (1961), film-film tersebutkan di tayangkan senen-rabu-jumat.(andi Emi)