Di Duga Oknum Pengacara Tidak Profesional

Beritash,Jakarta 26,09,2016- Merasa haknya sebagai klien tidak dipenuhi secara profesional oleh pengacaranya, Rasnah Binti M. Saleh mengadukan kasusnya ke Media Nasional Sorot Keadian di Gedung Dewan Pers Lt V Kebon Sirih Jakarta Pusat untuk ditindak lanjuti secara hukum dan diberitakan agar publik dapat mengetahui etika pengacara Zulfansar Badaruddin, SH dan rekan yang menurutnya melanggar kode etik pengacara.

Dalam konferensi pers-nya, Pengacara Rasnah Binti M. Saleh yang baru, Alimudin mengatakan,”Sesuai kesepakatan Law Frim in casu Zulfansar Badaruddin, SH dan rekan dengan Rasnah binti M. Saleh dalam perkara pidana No. 149/Pid.Sus/2015/PN.BPP adalah Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) untuk dapat meringankan putusan pengadilan serta mengeluarkan barang bukti berupa 2 unit rumah di BDS dan Perumahan Regency karena kedua unit rumah tersebut bukan dibeli dari hasil bisnis narkoba. Asset tersebut merupakan usaha Rasnah dari kerja sama bisnis koperasi peminjaman uang bersama Amur.”Ungkapnya di kantor media Sorot Keadilan.

“Dalam perjalanannya memberikan bantuan hukum kepada Rasnah, Zulfansar Badaruddin,SH. dinilai tidak maksimal dan tidak profesional karena hanya ikut tiga kali sidang dan tidak membuat Pledoi (pembelaan) untuk meringankan putusan sidang bagi terdakwa,” papar Alimudin, SH.

“Karena tidak sesuai dengan kesepakatan Law Firm in casu seperti tersebut diatas, dengan tetap dirampasnya 2 unit rumah milik Rasnah sebagai rampasan negara seperti dalam Putusan Majelis Hakim Pengadilan Balikpapan Nomor : 149/Pid.Sus/2015/PN Bpp tanggal 30 Maret 2015. Kami Alimudin, SH pengacara Rasnah binti M. Saleh akan melaporkan ke PERADI, dan apabila tidak ada niat baik dari Zulfansar Badaruddin, SH maka akan dibawa ke ranah hukum,” terang Pengacara Rasnah yang baru ini di depan awak media .

Sementara itu Zaenal Mappirewa, S.Kom selaku pendiri media nasional Sorot Keadilan mengatakan,”Sangat disayangkan perilaku oknum lawyer seperti yang disampaikan oleh pak Alimudin. Profesionalitas seorang pengacara dipertaruhkan disitu. Pledoi untuk terdakwa tidak dibuat, dan tidak terlihat juga upaya untuk menyelamatkan aset Rasnah berupa dua unit rumah yang tidak ada hubungannya dengan bisnis narkoba tetapi ikut disita negara. Oknum pengacara seperti ini akan menodai Profesi luhur Advokat di negeri ini. Saya berharap ada tindakan dari PERADI atas perilaku oknum pengacara yang seperti ini,”paparnya.(ae)