Permasalahan dan Penyelesaian Pemilihan Rektor (UNIMA) (USU) (UHO) (UNMUS)

Beritash,jakarta,14 Oktober 2016- Saat ini berkembang beberapa isu dan permasalahan terkait proses pemilihan rektor di Universitas Negri Manado(UNIMA), Universitas Sumatera Utara(USU), Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Musamus Merauke (UNMUS). Di beberapa unuversitas UNIMA, USU. Dan UHO prosesbpemilihan dan pengangkatan rektor di PTN sudah di laksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sementara di UNMUS sendiri pemilihan rektor belum dapat di laksanakan karena perguruan tinggi negri (PTN) ini ketika itu belum memiliki Statuta.

Berikut penjelasan secara garis besar permasalahan di masing-masing universitas dan upaya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan nggi (Kemenristekdikti) dalam menyelesaikannya :

Universitas Negeri Manado UNIMA

Pada 4 Agustus 2016 Prof. Dr. Julyeta Pauta P Runtuwene, M.Si terpilih sebagai rehor UNIMA periode 2016 2020. Pemilihan dilakukan oleh senat universitas UNIMA dimana Julyeta memperoleh sebanyak 59 suara. Sebelum Juiyeta terpilih menjadi rektor, pada 14 Januari 2016 pemah digelar pemilihan rektor UNIMA dengan perolehan suara terbanyak diraih Prof. Dr. Harold Lumapow. Namun hasil pemilihan tersebut dibatalkan oleh Menristekdikti Prof. Muhammad Nasir dikarenakan Harold Lumapow tidak memenuhi syarat. Salah satu penyebabnya karena Harold ikut terlibat dalam proses pembelajaran kelas jauh di Nabire, Papua. Harold terbukti sudah melanggar disiplin sehingga dijatuhi hukuman disiplin dan jabatan profesomya diwbut. Hasil pemilihan yang memenangkannva pun dibatalkan.

Sebelum dilantik, terdapat pengaduan terkait kepemilikan ijazah doktor Julyeta dan‘ Prancis yang dinilai tidak sah karena proses pembelajarannya tidak benar. Kemenristekdikti kemudian melakukan investigasi. Hasilnya, karena proses pembelajaran di Prancis dilakukan Iewat riset maka banyak yang tidak memahami bahwa proses pembelajaran selama 3 tahun yang ditempuh Julye’ca tidak mengharuskan dirinya ke Prancis. Kedua, Kemenristekdikti juga sudah melakukan klarifikasi ke perguruan tinggi yang bersangkutan serta pengecekan ke website resmi dan menemukan bahwa nama luiewa terdaftar. Selain itu, pengeoekan ke kedutaan Prancis pun dilakukan. Masalah ini diputuskan telah selesai, namun apabila ditemukan bukti-bukti ban: maka akan ditinjau kembali.

Universiuas Sumatera Utara USU

Pada 28 Januari 2016, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH.MHum resmi dilantik sebagai Rehor USU petiode 2016-2021 dengan memperoIeh 62,3896 suara. Sebagai perguruan tinggi badan hukum (PTBH), pemilihan rektomya dilamkan oleh Majelis Wali Amanat (MWA). Salah satu anggota MWA adalah Menristekdikti, dengan hak suara 35%.

Namun terdapat permasalahan pada pemilihan anggota MWA USU dikarenakan tata an pemilihan one man one vote tidak dilakukan. Pada saat pemilihan anggota MWA dan' masyarakat (9 orang) dan dari senat abdemik (8 orang) dibicarakan mengenai tatacara pemberian suara. namun terdapat 2 pendapat yaitu :

1 orang pemilih memiliki 9 atau 8 suara untuk 1 ca|on 1 orang pemitih memmki 9 atau 8 sura untuk colon yang berbeda

Perbedaan pendapat ini menyebabkan salah satu pihak keluar dari mang pemilihan sehingga pemilihan dilakukan hanya oleh satu pihak yang menyebabkan hasil pemilihan dianggap tidal: sah. Untuk mnyelesaikannya, Kemenristekdikti membentuk tim pendamping penyelesaian masalah serta melakulran perbailran terhadap
[14/10 11:44] Rifqi: peraturan-peraturan pemilihan MWA dengan ketentuan yang baru. Kemudian dilakukan kembali pemmhan anggota MWA, lalu pemilihan rektor.

Permasalahan Iainnya. saat Runtung menjabat sebagai rektor terdapat peraturan MWA/rektor mengenai tata cara pengangkatan pejabat dekan yang bermasalah. Dalam peraturan tersebut terdapat persyaratan dari sis! usia yakni tidak boleh melebihi usia 60 tahun. Untuk menyelesaikannya, MWA melakukan sidang untuk meminta penggantian pejabat yang tidak memenuhi syarat. Beberapa pejabat kmudian sudah diberhentikan termasuk sekretarls universitas.

Runtung pun sempat dipojokkan karena ada sinyalemen permainan uang pada saat meluluskan dokter-dokter, misalnya mahasiswa yang belum memenuhi syarat tetapi tetap diluluskan. Terdapat isu lainnya yaitu penerimaan mahasiswa baru yang melibatkan permainan uang. Terkait ha) ini sudah dilaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga KPK meminta Kemenristekdikti segera melakukan investigasi.

Universitas Haluoleo UHO

Pada pemilihan rektor UHO 2016-2020 terdapat permasalahan dimana peramran rektor UHO tentang tata tertib dan tata cans pengangkatan rektor bertentangan dengan peraturan diatasnya. Kemenristekdikti mengusulkan agar peraturan tersebut diperbaiki namun usulan ini tidak dilaksanakan. Ketika peraturan tata tertib belum diperbaiki pihak UHO sudah penyaringan 3 calon rektor. Calon nomor 1 mendapatkan 54 suara. dan yang paIing sedikit adalah Waode larianda. Pihak Waode kemudian mengirimkan pengaduan ke Ombusman karena senat dinilai melakukan penyaringan yang tidak sah. Ombusman lalu meminta Menristekdikti menindaklanjuti hasil penyaringan tersebut karena disinyalir terdapat suara anggota senat yang tidak sah. Diantaranya hanya terdapat 7 anggota senat yang berasal dari unit organisasi, bukan dari unit UPT Akademik seperti ada yang dari SPI, Badan Kemitraan Global, dan sebagainya. Disinyalir juga sebanyak 14 anggota senat yang ikut memilih penyaringan sedang melakukan tugas belajar.

Penyelesaiannya, Kemenristekdikti telah melakukan investigasi dimana hasilnya 14 anggota senat sedang ijin belajar, bukan tugas belajar. Hasil investigasi terakhir ditemukan bukan hanya 7 orang yang tidak sah tetapi terdapat 20 orang anggota senat yang tidak sah, karena dari 17 ditemukan unitnya tidak ada di OTK (non akademik), juga tidak sesuai STATUTA. Pemilihan rektor UHO baru sampai tahap penjaringan namun kemudian dibatalkan.

Universitas Musamus Merauke UNMUS

Universitas Musamus Merauke belum melakukan pemilihan rektor, namun telah melakukan penyaringan calon rektor. Belum dilakukannya pemilihan rektor dikarenakan menunggu Statute. Kemenristekdikti memberi kebijakan bahwa untuk pengangkatan rektor PTN Baru pertama ka|i ditunjuk oleh Menteri dengan masa jabatan 4 tahun.

Masa jabatan rektor UNMUS sudah berakhir, namun diperpanjang sampai akhir Desember 2016. Dengan perpanjangan masa jabatan ini diharapkan rektor dapat menyelesaikan pengangkatan anggota senat (yang sekarang sudah terbentuk), kemudian rektor dapat mempersiapkan pemilihan rektor selanjutnya. Sehingga apabila rektor sementara ini selesai masa jabatanya sudah terpilih rektor yang baru. Saat ini rektor dijabat oleh Philipus Betaubun, ST .,M.T.

Pemilihan dan pengangkatan rektor PTN diatur dalam Pasa! 29 Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan nggi. Peraturan pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Menten' Riset, Teknologi, dan Pendidikan TInggi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/ Direktur pada Perguruan Tinggi Negeri dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi. dan Pendidikan Tinggi tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan nggi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/ Direktur pada Perguruan Tinggi Negeri.